KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Tenggara mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu seberat 1.026 gram atau lebih dari 1 kilogram di Kota Kendari.
Seorang mahasiswa asal Kolaka berinisial IK (27) diamankan dalam operasi yang dilakukan tim opsnal Unit 2 Subdit 2 Ditresnarkoba dalam operasi penindakan di kawasan Jalan Z.A. Sugianto, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sultra, Kombes Pol. Amri Yudhy.S., S.I.K., M.H., menjelaskan, pengungkapan bermula pada Minggu (26/4/2026) sekitar pukul 09.00 Wita, saat tim yang dipimpin Kasubdit 2 melakukan pembuntutan dan pengejaran terhadap target.
Saat tersangka baru keluar dari lobi salah satu Hotel, petugas langsung melakukan upaya paksa dan penggeledahan dengan disaksikan dua orang saksi dari pihak hotel, yakni manajer dan petugas keamanan.
Dari hasil penggeledahan awal, polisi menemukan lima paket sabu yang disimpan dalam tas milik tersangka. Berdasarkan interogasi, IK mengaku baru saja mengambil paket narkotika tersebut dari kamar nomor 614 lantai 6 Hotel tersebut.
Pengembangan kemudian dilakukan hingga ke mobil yang digunakan tersangka, dan ditemukan enam paket sabu tambahan beserta sejumlah barang bukti lain yang berkaitan dengan dugaan peredaran narkotika.
“Total barang bukti yang diamankan berupa 11 paket sabu dengan berat bruto 1.026 gram, berikut alat pendukung pengemasan, telepon genggam, kendaraan roda empat, serta perlengkapan lain yang diduga digunakan dalam jaringan peredaran narkotika,” ungkap Kombes Pol. Amri Yudhy dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).
Dari hasil penyidikan awal, tersangka diketahui berperan sebagai kurir yang dikendalikan oleh seseorang melalui komunikasi telepon seluler untuk mengambil paket sabu di hotel tersebut.
Polisi menduga tersangka merupakan bagian dari jaringan peredaran narkotika asal Sumatera dan saat ini penyidik masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap pemasok maupun pihak lain yang terlibat.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana dimaksud Pasal 114 ayat (2), juncto ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan ketentuan penyesuaian pidana lainnya. (**)
Comment