Driver Maxim Diduga Jadi Korban Premanisme di Pelabuhan Wawonii, Gigi Depan Patah

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Seorang pengemudi ojek online (Maxim) berinisial LM diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang di kawasan Pelabuhan Wawonii, Kota Lama, Kendari, Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 17.30 Wita.

Akibat kejadian itu, korban mengalami gigi depan patah, luka di bagian wajah, dan harus menjalani perawatan medis sebelum melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Kendari.

Berdasarkan keterangan korban, insiden bermula saat dirinya menerima pesanan untuk menjemput seorang penumpang di area pelabuhan. Namun, sesaat setelah tiba di lokasi, perjalanannya tiba-tiba dihentikan oleh seorang pria berinisial F.

“Saya tiba-tiba dicegat oleh F. Kemudian dari arah belakang sebelah kanan ada seseorang yang langsung memukul mulut saya,” ujar LM melalui pesan WhatsApp, Rabu malam.

Korban mengaku, setelah pukulan pertama mendarat, beberapa orang lainnya diduga ikut melakukan pemukulan secara bertubi-tubi ke arah kepala dan wajahnya.

Akibat dugaan pengeroyokan tersebut, gigi depan korban patah dan wajahnya mengalami pembengkakan.

Usai kejadian, rekan-rekan sesama pengemudi Maxim membawa LM ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah itu, korban langsung mendatangi Polresta Kendari guna membuat laporan polisi.

“Saya kemudian diantar teman-teman ke RS Bhayangkara, setelah itu ke Polresta Kendari untuk membuat laporan polisi,” katanya.

Korban mengaku tidak mengetahui alasan dirinya menjadi sasaran dugaan pengeroyokan tersebut. Menurutnya, ia datang semata-mata untuk menjalankan pesanan sebagai pengemudi ojek online.

“Kenapa saya bilang ini tindakan premanisme? Karena saya tidak tahu apa masalahnya, tiba-tiba saya dipukuli ramai-ramai,” ungkap LM.

Korban berharap aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap seluruh pihak yang terlibat agar peristiwa serupa tidak kembali menimpa pengemudi transportasi online.

Senada dengan itu, adik korban, Arif Budiman, mengecam keras dugaan aksi kekerasan yang dialami kakaknya. Ia meminta Polresta Kendari bergerak cepat mengusut kasus tersebut hingga para pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kami berharap pihak Polresta Kendari segera menindaklanjuti laporan ini sehingga para pelaku pemukulan dapat diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Arif.

Ia juga menilai kasus kekerasan terhadap pengemudi transportasi online bukan kali pertama terjadi dan berharap aparat penegak hukum memberikan perlindungan yang maksimal bagi para pencari nafkah di jalan.

“Kasus pemukulan terhadap pengemudi ojek online maupun taksi online sudah beberapa kali terjadi. Kami berharap Bapak Kapolresta Kendari menindak tegas para pelaku kriminal agar menimbulkan efek jera dan tidak ada lagi korban berikutnya,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Polresta Kendari masih melakukan penyelidikan atas laporan yang diajukan korban. Pihak yang disebut dalam laporan belum memberikan keterangan atau tanggapan resmi terkait dugaan pengeroyokan tersebut. (**)

Comment