EDISIINDONESIA.id – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional memasuki babak baru. Kementerian Agama memutuskan ajang tersebut mulai digelar setiap tahun, sekaligus mengakhiri penyelenggaraan Seleksi Tilawatil Quran (STQ).
Kebijakan baru itu diumumkan Menteri Agama Nasaruddin Umar saat membuka MTQ Nasional ke-31 di Lapangan Pancasila, Semarang, Jawa Tengah.
“Kami sampaikan kepada Bapak-Ibu sekalian bahwa setiap tahun kita akan melaksanakan MTQ atau Musabaqah Tilawatil Quran. Kita tidak mengadakan lagi STQ, Seleksi Tilawatil Qur’an,” ujar Menag, dikutip redaksi di Jakarta, Senin 14 September 2026.
Selama ini, MTQ Nasional digelar dua tahun sekali dengan STQ diselenggarakan secara bergantian. Pemerintah kini memilih mengubah pola tersebut dengan menjadikan MTQ sebagai agenda tahunan.
Menurut Nasaruddin, keputusan itu salah satunya mempertimbangkan besarnya energi dan sumber daya yang harus dikerahkan untuk menggelar STQ. Dengan skala persiapan yang tidak jauh berbeda dari MTQ, pemerintah menilai energi tersebut akan lebih optimal jika diarahkan untuk penyelenggaraan MTQ.
“Karena energi yang dikeluarkan panitia dan pemerintah, pihak penyelenggara, sama saja dengan energi yang dikeluarkan saat MTQ itu berlangsung. Karena itu, demi syiar, Kementerian Agama memutuskan bahwa setiap tahun kita tidak melakukan STQ, tetapi yang kita lakukan adalah MTQ, Musabaqah Tilawatil Quran,” jelasnya.
Perubahan pola penyelenggaraan ini sekaligus membuka peluang lebih besar bagi provinsi yang selama ini menunggu giliran menjadi tuan rumah. Daerah yang masuk dalam daftar tunggu kini memiliki kesempatan lebih cepat untuk menggelar ajang tersebut.
Jawa Tengah menjadi salah satu contoh panjangnya penantian tersebut. MTQ Nasional ke-31 di Semarang tahun ini menjadi kali pertama Jawa Tengah kembali dipercaya sebagai tuan rumah setelah 47 tahun. Provinsi tersebut terakhir menjadi penyelenggara pada 1979.
Untuk tuan rumah MTQ berikutnya, Kementerian Agama belum mengumumkan daerah yang ditunjuk.
“Insya Allah, MTQ yang akan datang kita akan tentukan (tuan rumahnya), kita akan umumkan nanti pada pengumuman atau penutupan MTQ ini,” tuturnya.
Sejarah panjang MTQ Nasional
MTQ Nasional pertama kali digelar pada 1968. Hingga pelaksanaan ke-31 di Semarang pada 2026, ajang tersebut telah berlangsung di berbagai daerah di Indonesia dengan pola penyelenggaraan yang beberapa kali mengalami perubahan.
Dalam 10 penyelenggaraan pertama, MTQ Nasional digelar setiap tahun, yakni dari 1968 hingga 1977.
Setelah itu, pada rentang 1977 hingga 1985, MTQ Nasional digelar dengan jeda yang lebih pendek dan menghasilkan empat penyelenggaraan. Selanjutnya, setelah 1985, tujuh gelaran berikutnya berlangsung dengan interval tiga tahun.
Sejak 2006 hingga MTQ Nasional ke-31 di Semarang, penyelenggaraan kembali menggunakan pola dua tahunan. Dalam periode tersebut, MTQ Nasional telah berlangsung sebanyak 10 kali.
Dengan keputusan terbaru Kementerian Agama, pola dua tahunan tersebut kembali berubah. Mulai setelah MTQ Nasional 2026, ajang musabaqah tersebut ditetapkan menjadi agenda tahunan. (edisi/rmol)
Comment