EDISIINDONESIA.id– Ketua Dewan Pertimbangan Partai Ummat, Amien Rais, mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar berhati-hati dalam membangun hubungan politik dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurutnya, hubungan Indonesia dan AS tetap penting, namun tidak boleh menggeser prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.
Amien menyoroti intensitas hubungan Prabowo dengan Trump yang dinilainya cukup tinggi. Kedua pemimpin tercatat sudah bertemu setidaknya tiga kali dan juga beberapa kali berkomunikasi lewat telepon.
“Pertemuan Prabowo dengan Trump paling tidak tercatat tiga kali, sementara pembicaraan lewat telepon tercatat beberapa kali,” ujar Amien, dikutip Sabtu (12/9/2026).
Prinsip bebas dan aktif merupakan pijakan utama politik luar negeri Indonesia. Oleh karena itu, kata Amien, prinsip tersebut tidak boleh disalahartikan sebagai kebebasan bertindak tanpa mempertimbangkan kepentingan nasional.
“Karena politik luar negeri kita berprinsip bebas dan aktif, maka ‘bebas’ itu jangan ditafsirkan semau gue. Jangan,” tegasnya.
Indonesia, lanjut Amien, wajib menjaga kemandirian sikap dalam politik luar negeri — termasuk dalam berhubungan dengan negara-negara besar seperti AS. Kedekatan dengan pemimpin negara lain tidak boleh membuat Indonesia kehilangan jati diri dan posisi politiknya sendiri.
Amien juga menyinggung karakter kepemimpinan Trump. Ia menilai seorang pemimpin yang merasa mengetahui segala sesuatu dan tidak mau mendengar rakyatnya, lama-kelamaan akan kehilangan dukungan.
“Di negara demokrasi, presiden yang sombong seperti Donald Trump yang tidak mau mendengar suara rakyatnya, merasa tahu segala-galanya, otomatis akan kehilangan dukungan rakyatnya,” ujar Amien.
Karena itu, karakter dan kebijakan Trump termasuk kedekatannya dengan Israel harus menjadi pertimbangan serius bagi Indonesia dalam membangun hubungan bilateral.
Amien pun menyampaikan kekhawatirannya terhadap arah hubungan Prabowo dan Trump. Muncul kesan, katanya, bahwa Prabowo mulai cenderung mendukung sejumlah pandangan Trump.
“Saya — dan mungkin jutaan rakyat Indonesia — menilai Mas Prabowo agak miring mendukung pikiran Trump yang seorang pencetus perang, serta ada kesan mengagumi Israel,” ungkap Amien.
Pemerintah, tegas Amien, harus tetap menempatkan hubungan dengan Amerika Serikat dalam kerangka kepentingan nasional. Kerja sama dengan negara besar tetap dapat dilakukan, namun tanpa harus mengorbankan prinsip bebas dan aktif yang selama ini menjadi pijakan bangsa Indonesia.(edisi/fajar)
Comment