VIDEO
FOTO

KENDARI , EDISIINDONESIA.id- Polresta Kendari mengumumkan serangkaian pengungkapan kasus kriminal dan tindakan pencegahan tawuran dalam konferensi pers di pelataran lobi utama Polresta Kendari, Senin (26/10/2026). Kegiatan dipimpin Wakapolresta Kendari AKBP Moh. Yosa Hadi, S.I.K., M.M., didampingi Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau, S.I.K., M.H., serta Kasat Lantas AKP Kevin Fahri Ramadhan, S.Tr.K., S.I.K. Dalam penyampaiannya, pihak kepolisian memaparkan berbagai perkara yang telah ditangani Satreskrim, mulai dari penganiayaan, penggelapan dalam jabatan, dugaan persetubuhan terhadap anak, pencurian kendaraan bermotor, hingga pemalsuan dokumen. Selain itu, polisi juga berhasil mengamankan 65 pelajar SMA‑SMK sebelum mereka melakukan aksi tawuran. Penganiayaan dan Penggelapan dalam Jabatan Salah satu kasus yang diungkap adalah dugaan penganiayaan terhadap pria berinisial DR (66 tahun). Terduga pelaku berinisial TA diduga melakukan pemukulan setelah mengonsumsi minuman beralkohol di wilayah Kecamatan Kadia dan disangkakan berdasarkan Pasal 466 KUHP. Kemudian ada kasus penggelapan dalam jabatan yang melibatkan mantan karyawan perusahaan roti di Wundudopi, Kecamatan Baruga. Terduga pelaku berinisial D yang bekerja sebagai tenaga penagih diduga tidak menyetorkan seluruh uang hasil penagihan sehingga merugikan perusahaan sebesar Rp 28,4 juta. D berhasil diamankan di Kabupaten Bombana. Dugaan Persetubuhan terhadap Anak Berkebutuhan Khusus Polisi juga berhasil mengungkap dalam waktu kurang dari 24 jam kasus dugaan persetubuhan terhadap anak berinisial ES yang masih di bawah umur dan memiliki disabilitas intelektual. Pria berinisial IKA (25 tahun) ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga membujuk korban ke sebuah hotel di kawasan Mandonga. Penyidik berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memperoleh keterangan mengenai kondisi korban dalam upaya perlindungan anak‑anak rentan. Pengungkapan Pencurian Kendaraan Bermotor Satreskrim menangani beberapa kasus pencurian sepeda motor. Dua orang berinisial LMF dan AL diamankan terkait pencurian Honda Scoopy DT 5187 IF pada 22 September 2026; motor tersebut ditemukan sudah dibongkar komponennya dan tersangka disangkakan Pasal 477 KUHP. Ada juga kasus pencurian Honda Scoopy berwarna hijau dengan kerugian Rp 27 juta yang melibatkan anak berinisial M (12 tahun). Anak tersebut sedang menjalani pemeriksaan dengan memperhatikan aturan peradilan pidana anak. Tiga Tersangka Pemalsuan Dokumen Polresta Kendari menetapkan EA, RM, dan MAA sebagai tersangka pemalsuan dokumen. Barang bukti yang disita meliputi 45 lembar STNK palsu, 20 dokumen SIM B2 Umum palsu, satu SIM palsu, dua KTP palsu, dua KTA Satpam palsu, serta 595 hologram STNK‑SIM dan peralatan pembuat dokumen palsu seperti mesin pres, printer, dan komputer. Dokumen tersebut diduga dijual melalui platform pasar daring. Ketiga tersangka ditahan 20 hari dan disangkakan Pasal 391 KUHP juncto ketentuan lain. EA diduga sebagai pembuat dokumen palsu, sedangkan dua lainnya terlibat pemesanan dan pendistribusian. 65 Pelajar Diamankan Sebelum Tawuran Terjadi […]