EDISIINDONESIA.id- PSM Makassar berhasil menunjukkan mental juara! Bermain di kandang sendiri, tim berjuluk Juku Eja itu tertinggal lebih dulu, namun sukses bangkit dan menyamakan kedudukan lewat gol dramatis di masa tambahan waktu hingga laga berakhir imbang 3-3 melawan Arema FC pada pekan kedua Super League Indonesia musim 2026/2027.
Laga yang berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Minggu (13/9/2026), berlangsung sangat sengit sejak awal. Skor akhir imbang 3-3 menjadi bukti kehebatan kedua tim, terutama perjuangan luar biasa yang ditunjukkan PSM Makassar.
Rangkuman Gol
Arema FC unggul lebih dulu lewat gol Gabriel Costa (menit ke-29), penggandaan keunggulan lewat eksekusi penalti Gustavo Franca (menit ke-35), dan gol indah Careca dari jarak jauh (menit ke-60).
Balasan PSM Makassar datang lewat penalti Stefan Jevtoski (menit ke-45+1), disusul gol penyama kedudukan sementara Luca Cumic (menit ke-66), dan gol penyama kedudukan yang menegangkan sekaligus penutup laga dari Luca Cumic lagi di menit ke-90+6.
Jalannya Laga
Seperti diperkirakan, PSM Makassar langsung tampil agresif sejak menit awal dan terus menekan pertahanan Arema FC. Dua peluang berbahaya sudah tercipta di awal laga: sundulan Rizky Eka di menit ke-2 memanfaatkan umpan silang masih ditepis kiper lawan, begitu pula tembakan keras Fahrul Adhitia di menit ke-4 yang kembali ditepis.
Di menit ke-15, peluang kembali datang lewat Fahrul Adhitia namun tembakannya masih melambung. Peluang lain lewat eksekusi tendangan bebas Stefan Jevtoski di menit ke-19 juga masih mampu diredam kiper Arema.
Terus-menerus melakukan serangan justru meninggalkan celah di pertahanan belakang PSM. Di menit ke-29, Arema sukses mencuri gol lewat serangan balik yang diselesaikan dengan rapi oleh Gabriel Costa.
Belum selesai terkejut, PSM kembali tertimpa musibah di menit ke-32 setelah Fahrul Adhitia melakukan pelanggaran di kotak penalti. Gustavo Franca maju sebagai eksekutor dan dengan tenang menembak bola ke sudut kiri gawang, membuat kedudukan 0-2 untuk keunggulan Arema FC.
Memasuki penghujung babak pertama, Arema tampil semakin menekan dan membuat pertahanan PSM kewalahan. Namun di menit ke-44, PSM mendapat hadiah penalti setelah Rizky Eka Pratama dijatuhkan di kotak terlarang. Stefan Jevtoski yang dipercaya maju sebagai eksekutor sukses menunaikan tugasnya dengan sempurna, mengubah kedudukan menjadi 1-2.
Sempat memasukkan bola ke gawang lawan lewat tembakan Fahrul Adhitia yang memanfaatkan umpan Kodai Tanaka di menit ke-45+3, namun gol tersebut dianulir karena berada dalam posisi offside. Hingga peluit akhir babak pertama dibunyikan, skor tetap tertulis 1-2 untuk keunggulan Arema FC.
Memasuki babak kedua, intensitas permainan semakin meningkat dan kedua tim saling menyerang terbuka. PSM terus menciptakan peluang berbahaya di depan gawang lawan, namun tembok pertahanan Arema tampil kokoh.
Tembakan Kodai Tanaka di menit ke-52 masih ditepis kiper, begitu pula dua peluang beruntun di menit ke-59 lewat tembakan keras Mufli Hidayat dan sundulan Aloisio Neto yang masih mampu diamankan.
Alih-alih menyamakan kedudukan, justru Arema yang kembali meluaskan keunggulan di menit ke-60 lewat tembakan luar biasa dari jarak jauh oleh Careca, membuat kedudukan 1-3.
Tak menyerah, PSM terus berjuang. Tujuh menit kemudian, tepatnya di menit ke-66, pemain pengganti Luca Cumic sukses memanfaatkan kemelut di depan gawang lawan untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3.
Pertandingan berjalan ketat di sisa waktu. Arema sempat mengancam lewat peluang di menit ke-73 yang digagalkan berkat aksi gemilang kiper Hilmansyah.
Sebaliknya, upaya PSM lewat tembakan spekulasi Henhen Herdiana di menit ke-83 melambung tinggi, begitu pula peluang di menit ke-88 yang masih bisa diredam kiper Arema, Adi Satryo. Di menit ke-90+3, sundulan Rasyid Bakri juga masih melambung di atas mistar gawang.
Di saat semua orang mengira PSM akan kalah, muncul Luca Cumic yang menjadi pahlawan dengan menyelesaikan peluang dengan sangat berkelas di menit ke-90+6! Gol itu menyamakan kedudukan menjadi 3-3 dan bertahan hingga peluit panjang tanda berakhirnya laga dibunyikan.
Hasil imbang ini sekaligus menunjukkan bahwa mentalitas bertanding PSM Makassar patut diacungi jempol mereka tidak pernah menyerah hingga detik-detik terakhir.(edisi/fajar)
Comment