Nurdin Halid Puji Appi Mundur dari Perebutan Kursi Golkar Sulsel

EDISIINDONESIA.id- Politikus senior Partai Golkar, Nurdin Halid, mengapresiasi keputusan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, yang tidak melanjutkan pencalonannya dalam kontestasi Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan. Suratkabar

Menurut Nurdin, keputusan tersebut menunjukkan sikap Appi sebagai kader yang menghormati aturan dan keputusan organisasi. Meskipun sebelumnya telah mengambil formulir pendaftaran, Appi memilih tidak meneruskan pencalonannya pada Musyawarah Daerah XI Partai Golkar Sulsel.

“Saya memuji keputusan Appi untuk mundur dari kontestasi. Sekalipun sudah mengambil formulir, dia merupakan kader yang taat asas. Appi adalah contoh kader yang menghormati organisasi dan sikap seperti ini harus menjadi contoh bagi seluruh kader,” kata Nurdin.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI tersebut mengaku telah lama mengenal karakter Appi. Menurutnya, Wali Kota Makassar itu bukan figur yang mengedepankan ambisi pribadi, melainkan mampu menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan politiknya sendiri.

Appi sebelumnya menegaskan tetap berada di Partai Golkar serta menghormati proses dan keputusan yang dihasilkan dalam Musda Golkar Sulsel.

“Sejak dahulu saya mengenal Appi. Dia bukan tokoh yang ambisius. Dia tahu kapan harus mengambil sikap dan kapan harus mendahulukan kepentingan organisasi,” ujarnya.

Nurdin kemudian menggunakan analogi sepak bola untuk menggambarkan keputusan politik Appi. Keduanya diketahui memiliki rekam jejak dalam membawa PSM Makassar meraih gelar juara pada periode yang berbeda.

“Begitulah tokoh sepak bola. Sesama orang bola, kami sama-sama pernah membawa PSM juara. Appi tahu kapan harus menyerang, kapan bertahan, dan kapan harus menahan atau men-delay bola,” tutur Nurdin.

Nurdin Halid menjadi bagian penting dalam pengelolaan PSM ketika klub berjuluk Juku Eja tersebut menjuarai Liga Indonesia musim 1999–2000. Sementara itu, pada masa kepemimpinan Appi sebagai CEO, PSM berhasil menjuarai Piala Indonesia 2018–2019 setelah mengalahkan Persija Jakarta dengan agregat 2-1 pada partai final. Gelar tersebut sekaligus mengakhiri penantian PSM selama 19 tahun tanpa trofi pada kompetisi nasional.

Lebih lanjut, Nurdin menilai dinamika menjelang pemilihan Ketua Golkar Sulsel merupakan hal yang biasa terjadi dalam perjalanan partai. Perbedaan dukungan, pilihan, dan pandangan politik dinilainya sebagai bagian dari proses demokrasi internal.

Namun, setelah organisasi mengambil keputusan, seluruh kader harus kembali bersatu dan meninggalkan perbedaan yang muncul selama kontestasi.

“Golkar sudah terbiasa menghadapi riak-riak politik. Namun, setelah ada keputusan organisasi, Golkar akan kembali bersatu. Lupakan perbedaan dan bangun kembali kebersamaan,” tegas mantan Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel tersebut.

Nurdin berharap seluruh kader menerima hasil Musda dengan sikap dewasa. Konsolidasi dinilai penting agar Golkar Sulsel dapat kembali fokus memperkuat struktur partai, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta menghadapi agenda-agenda politik mendatang secara solid.

Keputusan Appi untuk tidak melanjutkan pencalonannya sebelumnya ditandai dengan tidak dikembalikannya formulir pendaftaran bakal calon Ketua Golkar Sulsel.

Kendati batal mengikuti kontestasi, Appi menegaskan tetap menjadi kader Golkar dan berkomitmen menjalankan tugasnya sebagai Wali Kota Makassar. (edisi/fajar)

Comment