Peringatan Gelombang Tinggi di Perairan Sultra, Masyarakat Diimbau Waspada

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi cuaca maritim di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra), (4/4/2025).

Berdasarkan prakiraan terbaru yang berlaku mulai 4 Maret 2025 pukul 08.00 WITA hingga 7 Maret 2025 pukul 08.00 WITA, gelombang dengan ketinggian mencapai 2,5 meter diperkirakan terjadi di sejumlah perairan Sultra.

Menurut laporan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari yang diterima media ini, wilayah yang diprediksi mengalami gelombang dengan ketinggian antara 1,25 meter hingga 2,5 meter meliputi Teluk Bone Barat Kolaka, Teluk Bone Barat Kabaena, dan Laut Banda Timur Wakatobi.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, I Made Wahyu Gana Putra, menjelaskan bahwa pola angin dominan bertiup dari arah selatan hingga barat dengan kecepatan rata-rata 10 knot (3 Skala Beaufort).

Namun, kecepatan angin tertinggi yang mencapai 15 knot (4 Skala Beaufort) terpantau di wilayah Teluk Bone Barat Kolaka dan Teluk Bone Barat Kabaena, yang berpotensi meningkatkan risiko gelombang tinggi.

Untuk itu, BMKG mengingatkan bahwa kondisi ini dapat berdampak terhadap aktivitas pelayaran, terutama bagi perahu nelayan dan kapal penyeberangan yang beroperasi di perairan terdampak.

Gelombang di atas 1,25 meter dan kecepatan angin lebih dari 15 knot dapat membahayakan keselamatan kapal-kapal berukuran kecil.

“Kami menghimbau masyarakat, terutama nelayan dan operator kapal penyeberangan, agar lebih waspada dan memperhatikan potensi gelombang tinggi sebelum melaut. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujar I Made Wahyu Gana Putra dalam rilisnya.

Selain itu, masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan dampak gelombang tinggi, seperti abrasi pantai dan ombak yang bisa mencapai daratan.

BMKG terus memantau perkembangan cuaca maritim dan mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi resmi guna menghindari risiko yang tidak diinginkan. (**)

Comment