PINSAR Sultra Apresiasi Penyaluran Perdana Jagung SPHP, Dinilai Bantu Tekan Biaya Produksi Peternak

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Penyaluran perdana jagung Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Perum Bulog kepada peternak ayam petelur di Sulawesi Tenggara menjadi langkah strategis dalam mendukung keberlangsungan sektor perunggasan di daerah, Kamis (23/7/2026).

Program tersebut diharapkan mampu membantu peternak memperoleh bahan baku pakan dengan harga yang lebih terjangkau sehingga dapat menekan biaya produksi dan menjaga stabilitas usaha.

Atas terealisasinya program tersebut, Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR) Wilayah Sulawesi Tenggara menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, atas komitmennya dalam memberikan perhatian terhadap sektor peternakan, khususnya usaha ayam petelur.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara, Prof. Dr. Ir. Muhammad Taufik, M.Si., yang dinilai berperan aktif membangun koordinasi dan komunikasi hingga program penyaluran jagung SPHP dapat direalisasikan di Sultra.

Ketua PINSAR Wilayah Sulawesi Tenggara, Harry S. Adi Wibowo, mengatakan penyaluran perdana jagung SPHP merupakan bukti nyata sinergi yang baik antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan, Perum Bulog, serta PINSAR Sultra dalam mendukung keberlangsungan usaha peternak ayam petelur.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, atas komitmennya dalam memberikan perhatian kepada sektor peternakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jagung merupakan komponen utama dalam penyusunan pakan ayam petelur. Karena itu, ketersediaan jagung dengan harga yang terjangkau memiliki pengaruh besar terhadap efisiensi biaya produksi peternak.

Menurutnya, kehadiran program jagung SPHP menjadi angin segar di tengah tingginya biaya pakan yang selama ini menjadi tantangan utama bagi pelaku usaha perunggasan.

Sebagai organisasi yang mewadahi pelaku usaha perunggasan, PINSAR Sultra juga terus berperan menjembatani komunikasi antara peternak, pemerintah, dan Perum Bulog. Selain menyampaikan aspirasi peternak, organisasi tersebut turut melakukan pendataan kebutuhan jagung sebagai bahan masukan dalam mendukung pelaksanaan program.

Meski demikian, Harry mengakui bahwa pada tahap awal penyaluran, belum seluruh peternak ayam petelur di Sulawesi Tenggara dapat memperoleh akses terhadap jagung SPHP. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh proses pendataan, keterbatasan kuota, serta mekanisme penyaluran yang masih berlangsung sesuai ketentuan.

PINSAR Sulawesi Tenggara berharap sinergi yang telah terjalin antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan, Perum Bulog, serta organisasi peternak dapat terus diperkuat.

Dengan kolaborasi yang baik, berbagai program yang berpihak kepada peternak diharapkan terus berkembang sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi kemajuan sektor perunggasan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Sulawesi Tenggara.(**)

Comment