EDISIINDONESIA.id — Bintang andalan asal Sulawesi Tenggara, Saddil Ramdani, secara resmi mengumumkan perpisahannya dengan Persib Bandung melalui unggahan di media sosial pribadinya. Kabar ini ternyata mengejutkan bahkan Manajer Persib, Umuh Muchtar, yang mengaku sama sekali belum mengetahui rencana tersebut sebelumnya.
Pria yang akrab disapa Pak Haji itu mengaku baru mengetahui kabar hengkangnya Saddil setelah pesan perpisahan itu terunggah di akun Instagram pemain kelahiran Muna tersebut.
“Saya sangat kaget. Saya sama sekali tidak tahu Saddil akan pergi. Padahal selama ini ia memberikan kontribusi yang sangat besar bagi Persib,” ujar Umuh, Jumat (4/9/2026).
Meski demikian, Umuh menyatakan tidak dapat melakukan banyak hal terkait keputusan itu. Pasalnya, seluruh urusan pemain sudah diserahkan sepenuhnya kepada tim pelatih.
“Bagaimanapun, itu adalah ranah keputusan pelatih. Saya tidak bisa melakukan intervensi. Semua hal terkait pemain sudah saya serahkan sepenuhnya kepada pelatih,” tegas Umuh.
Saddil sendiri sebenarnya belum menyebut secara eksplisit nama Persib sebagai klub yang ditinggalkan. Namun, pesan mendalam yang dituliskannya di media sosial menjadi kode yang sangat kuat bahwa masa baktinya bersama Pangeran Biru akan segera berakhir.
“Saya menerima keputusan ini dengan lapang dada. Bukan karena saya takut mempertanyakannya, melainkan karena saya telah belajar bahwa tidak setiap pintu ditakdirkan untuk tetap terbuka,” tulis Saddil dalam pesannya.
Pemain kebanggaan Sulawesi Tenggara itu juga menegaskan, keputusan berpisah ini tidak akan mengubah pandangannya terhadap kualitas dan nilai dirinya sebagai pesepakbola profesional.
“Saya tahu betul nilai diri saya, dan saya tetap percaya pada jalan yang ada di depan. Beberapa keputusan memang bisa mengubah arah perjalanan, tetapi tidak akan pernah menentukan nilai seseorang yang menjalaninya,” lanjut pesan itu.
Di akhir pesannya, Saddil menutup dengan nada penuh kedewasaan dan rasa hormat.
“Saya melangkah pergi dengan rasa hormat, tanpa menyimpan kepahitan, dan melangkah maju dengan keyakinan yang tenang. Apa yang memang ditakdirkan untuk saya, tidak akan pernah mengharuskan saya kehilangan jati diri hanya untuk mendapatkannya,” demikian dituliskan Saddil sebagai penutup pesannya.(edisi/cnn)
Comment