EDISIINDONESIA.id- CEO Atletico Madrid, Miguel Ángel Gil Marín, kembali memanaskan suasana seputar kisah transfer Julián Álvarez. Ia menilai, penyerang Timnas Argentina itu mendapat arahan yang kurang tepat terkait keinginannya untuk pindah ke Barcelona pada bursa transfer musim panas 2026.
Perpindahan masa depan Álvarez menjadi salah satu topik yang paling menyita perhatian di bursa transfer kali ini. Pemain berusia 26 tahun itu sebelumnya telah menyatakan secara terbuka keinginannya untuk meninggalkan Atletico Madrid. Bahkan dalam wawancaranya bersama ESPN, Álvarez menyampaikan bahwa ia bertekad mewujudkan impiannya untuk hengkang dari klub tersebut.
Namun pada akhirnya, Barcelona dikabarkan mundur dari perburuan tanda tangan Álvarez. Kub Blaugrana mulai mencari opsi lain setelah Atletico Madrid bersikeras menolak membuka pembicaraan terkait transfer penyerang tersebut.
Di tengah situasi itu, Gil Marín menegaskan bahwa Atletico Madrid tetap memandang Álvarez sebagai bagian tak terpisahkan dari rencana jangka panjang klub.
“Atletico Madrid, sebagaimana klub besar lainnya, dibangun di atas fondasi para pemain hebat. Julian adalah salah satunya, sekaligus seorang profesional yang luar biasa,” ujar Gil Marín kepada kantor berita EFE, sebagaimana dikutip ESPN pada Sabtu (22/8/2026).
“Kami melangkah berlandaskan nilai-nilai yang kami junjung, menggabungkan lulusan akademi dengan para pemain terbaik yang dapat kami datangkan dari luar.”
“Kami akan terus mendukung Julian dan membantunya agar mampu tampil sepenuh potensinya,” tambahnya.
Meski demikian, Gil Marín tak pelak menyampaikan kritik tajam terhadap lingkar penasihat yang selama ini mendampingi pemain tersebut.
“Perlu dipahami bahwa dalam beberapa bulan terakhir, Julian belum didampingi oleh para penasihat terbaik di sisinya,” tegasnya.
Pernyataan itu langsung memancing tanggapan dari perwakilan pemain, Fernando Hidalgo. Sehari sebelumnya, tepatnya pada Jumat (21/8/2026), Hidalgo menyampaikan pesan bernada sindiran melalui akun Instagram-nya tanpa menyebut nama pihak tertentu.
“Jangan pernah menanyakan alasan kebohongan kepada seorang pembohong, sebab untuk menjelaskannya ia terpaksa menambah kebohongan yang lain,” tulis Hidalgo.
Minat Barcelona terhadap Álvarez memang terbilang sangat tinggi, terutama setelah kepergian Robert Lewandowski dan Ferran Torres. Kub Catalan dikabarkan sempat mengajukan tawaran senilai sekitar 100 juta euro (setara Rp1,9 triliun), namun langsung ditolak mentah-mentah oleh Atletico Madrid.
Bukan hanya Barcelona, Real Madrid pun kabarnya pernah menyodorkan tawaran fantastis sebesar 150 juta euro (sekitar Rp2,8 triliun), namun sikap Atletico tetap tidak bergeming.
Gil Marín kemudian menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan kebijakan klub ditentukan oleh tekanan dari luar.
“Kami tidak akan membiarkan klub lain maupun media yang bersekutu dengan mereka mengatur langkah kami, menentukan strategi olahraga kami, sekaligus bersikap tidak hormat kepada lembaga ini,” tegas Gil Marín menutup pernyataannya.(edisi/bola)
Comment