KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Aksi kekerasan dikalangan pelajar yang sempat viral dilapangan Benu-benua Kota Kendari, kini berakhir damai.
Tindakan amoral terjadi pada Kamis (16/4/2026) ini dilakukan oleh pelajar inisial AW yang merupakan siswa SMAN 9 Kendari terhadap siswa MTsN 2 Kendari, GF.
Kapolsek Kemaraya IPTU Busran membenarkan keputusan perdamaian ini. Ia mengatakan bahwa keduanya dipertemukan di Polsek Kemaraya setelah adanya laporan dari orang tua GF.
“Kedua belah pihak dipertemukan di Polsek Kemaraya atas laporan dari orang tua GF,” kata Busran melalui pesan WhatsApp, Jumat (17/4/2026).
Pertemuan dari kedua belah pihak tersebut melahirkan sebuah kesepakatan untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.
“Dari hasil diskusi diperoleh kesepakatan dari masing-masing pihak untuk diselesaikan secara kekeluargaan,” ujarnya.
Busran menambahkan bahwa kedua belah pihak membuat surat penyataan damai dan berkomitmen untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Jika salah satu dari keduanya melanggar kesepakatan, maka akan diproses secara hukum.
“Masing-masing membuat surat pernyataan damai dan tidak mengulangi lagi di kemudian hari. Apabila salah satu pihak melanggar pernyataan tersebut maka akan diproses secara hukum,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, aksi kekerasan di kalangan pelajar di Kota Kendari kembali terulang. Kali ini terjadi di Lapangan Benu-Benua Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat, Kamis (16/4/2026).
Tindakan amoral ini berhasil terekam kamera amatir hingga viral di media sosial. Dalam rekaman itu terlihat puluhan pelajar sementara berkumpul menyaksikan aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh remaja berbaju hitam.
Dilokasi kejadian tampak tak ada satupun pelajar yang berupaya melerai aksi kekerasan tersebut hingga membuat wajah korban mengalami bengkak dan memar. (**)
Comment