EDISIINDONESIA.id – Kompetisi Futsal Indonesia (KFI) resmi mengumumkan kesiapan penyelenggaraan Pro Futsal League 2025/2026 (PFL) Series 9 yang akan berlangsung pada 18-19 April 2026 di Jakarta.
Series ke-9 ini diprediksi menjadi momen paling krusial selama musim kompetisi reguler. Ketatnya persaingan di papan atas membuat setiap pertandingan bernilai penting, terutama bagi tim yang memburu tiket ke babak Final Four.
Musim ini, juara PFL 2025/2026 akan mendapatkan kesempatan mewakili Indonesia di ajang Intercontinental Futsal Cup 2026 yang akan digelar di Pato Branco, Brasil. Hal ini membuat tensi kompetisi semakin tinggi.
Memasuki Series 9, Fafage Banua masih memimpin klasemen sementara dengan 36 poin. Posisi tersebut memberikan keuntungan bagi mereka untuk segera mengamankan tiket Final Four.
Sementara itu, persaingan sengit terjadi pada posisi kedua hingga keenam, dengan Pangsuma FC dan Black Steel FC sama-sama mengoleksi 29 poin. Keduanya terus dibayangi Cosmo JNE yang berada pada peringkat keempat dengan 28 poin.
Ancaman serius juga datang dari Bintang Timur Surabaya yang mengoleksi 27 poin pada posisi kelima. BTS memiliki keuntungan karena masih menyimpan dua pertandingan lebih banyak dibanding rivalnya.
Pada peringkat keenam, Unggul FC dengan 25 poin dituntut tampil maksimal untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur. Sementara itu, KFI sebelumnya memutuskan untuk tidak menerapkan sistem degradasi pada musim ini.
Kondisi tersebut membuat tim papan bawah seperti Halus FC, Asahan FC, dan Raybit FC dapat bermain lebih lepas tanpa tekanan. Situasi ini berpotensi menghadirkan kejutan, karena tim papan bawah bisa menjadi pengganjal langkah tim papan atas yang tengah memburu poin penuh. (edisi/bs)
Comment