KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari menjadi tuan rumah Sosialisasi Program Pra Doktoral bagi dosen dari daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) dan wilayah afirmasi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX di Aula Gedung E UM Kendari, Selasa (22/7/2025).
Sebanyak 19 perguruan tinggi dari lingkup LLDIKTI IX hadir dalam kegiatan ini, termasuk Universitas Sulawesi Barat dan Universitas Sembilanbelas November Kolaka.
Sosialisasi ini bertujuan untuk mempersiapkan dosen melanjutkan studi jenjang doktoral, melalui program pra doktoral yang dirancang untuk memperkuat kompetensi dasar akademik dan metodologi riset.
Ketua Tim Sosialisasi Beasiswa Pra Doktoral Direktorat Sumber Daya Kemendikbudristek, Asep Khoeruddin, S.Stat., menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi peningkatan kualitas dosen di Indonesia.
“Kami berharap dosen peserta telah menyiapkan calon pembimbing S3 dan menguasai kemampuan Bahasa Inggris dasar. Setelah lulus S2, mereka bisa langsung melanjutkan studi doktoral,” ujar Asep.
Rektor UMKendari menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada institusinya sebagai tuan rumah.
Ia menekankan bahwa program ini sejalan dengan agenda prioritas pembangunan nasional, termasuk Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam aspek peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Alhamdulillah, 19 perguruan tinggi dari wilayah LLDIKTI IX hadir hari ini. Kami pun berkomitmen menyekolahkan dosen-dosen UMKendari yang telah mengabdi lebih dari lima tahun untuk melanjutkan ke jenjang S3. Dukungan dari LLDIKTI dan Diktisaintek sangat berarti bagi kami,” ujar Rektor.
Salah satu narasumber utama, Prof. Dr. Ir. Harinaldi, M.Eng., dari Universitas Indonesia, mengungkapkan bahwa baru sekitar 25 persen dosen di Indonesia yang telah menempuh pendidikan doktoral.
“Untuk keluar dari status negara berpenghasilan menengah, angka ini idealnya mencapai 60 persen. Karena itu, program-program seperti ini penting untuk mempercepat pencapaian tersebut,” jelasnya.
Program pra doktoral ini juga mencakup penguatan teori, metodologi penelitian, kemampuan penulisan ilmiah, serta analitik data.
Seluruh rangkaian kegiatan mendukung paradigma baru Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, yakni “Kampus Berdampak”, yang menekankan peran perguruan tinggi sebagai agen transformasi sosial dan ekonomi.
Serta berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). (**)
Comment