EDISIINDONESIA.id– Sejumlah tim yang tidak diperhitungkan sering kali justru menjadi kekuatan yang tak terduga di ajang Piala Dunia. Penampilan mengejutkan seperti ini biasanya selalu dikenang publik, karena mampu menghadirkan momen-momen luar biasa di panggung sepak bola dunia.
Pada edisi sebelumnya, Maroko menjadi salah satu kisah paling menginspirasi. Mereka berhasil menaklukkan tim-tim besar seperti Spanyol dan Portugal, sekaligus mencatat sejarah sebagai tim Afrika pertama yang melangkah ke babak semifinal. Sedangkan pada 2018, Kroasia juga mencetak prestasi di luar dugaan: menembus hingga partai final sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan Prancis dan puas menjadi juara kedua.
Sementara itu, Piala Dunia 2014 diingat lewat kejutan dari Kosta Rika, yang sukses memuncaki grup berisi tiga mantan juara dunia Inggris, Italia, dan Uruguay dan lolos ke babak gugur.
Piala Dunia 2026 yang digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, sejumlah tim diprediksi berpeluang mencuat sebagai kuda hitam. Berikut adalah di antaranya:
Ekuador: Pertahanan Kokoh dan Rekor Tak Terkalahkan
Bertanding di Grup E bersama Jerman, Curacao, dan Pantai Gading, Ekuador memiliki modal kuat untuk tampil mengancam di bawah asuhan pelatih Sebastian Beccacece. Kekuatan utama mereka ada di barisan pertahanan, yang diperkuat Piero Hincapie dan Willian Pacho—dua pemain yang sempat melaju ke final Liga Champions musim 2025/2026.
Catatan performa mereka pun impresif: 19 pertandingan tanpa kekalahan, ditambah posisi kedua di babak kualifikasi. Dipimpin oleh pemain berpengalaman seperti Enner Valencia dan didukung generasi muda berbakat seperti Moises Caicedo, tim berjuluk La Tri ini berpeluang besar melampaui pencapaian terbaik mereka sebelumnya, yaitu babak 16 besar.
Jepang: Konsistensi dan Pengalaman di Level Tinggi
Dari kawasan Asia, Jepang adalah salah satu tim yang wajib diwaspadai meski tergabung dalam grup berat bersama Belanda, Swedia, dan Tunisia. Pada edisi 2022 lalu, mereka sudah menunjukkan kualitas dengan mengalahkan Jerman dan Spanyol. Dalam 12 bulan terakhir, mereka bahkan mencatatkan kemenangan atas tim raksasa seperti Brasil dan Inggris.
Sebanyak 13 pemain inti yang membawa Jepang juara grup di 2022 masih bertahan, ditambah pengalaman panjang pelatih Hajime Moriyasu yang menangani tim sejak 2018. Kendati harus absenkan Kaoru Mitoma dan Takumi Minamino akibat cedera, Samurai Biru masih memiliki amunisi berkualitas seperti Takefusa Kubo, Daichi Kamada, Daizen Maeda, hingga Ayase Ueda untuk menghadirkan kejutan.(edisi/bola)
Comment