EDISIINDONESIA.id – Pemerintah kembali membuka kesempatan bagi lulusan SMA, SMK, dan sederajat untuk mengikuti seleksi calon aparatur sipil negara (ASN) melalui jalur sekolah kedinasan pada 2026.
Tahun ini, pemerintah menyiapkan 4.770 formasi yang tersebar di sembilan kementerian dan lembaga. Jumlah tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan 2025 yang hanya menyediakan 3.257 formasi.
Artinya, terdapat tambahan sekitar 1.500 kursi bagi calon peserta yang ingin menempuh pendidikan di sekolah kedinasan sekaligus mendapatkan peluang berkarier sebagai ASN setelah memenuhi ketentuan yang berlaku.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengatakan, seleksi sekolah kedinasan tidak semata-mata ditujukan untuk mencari calon ASN.
Menurutnya, proses pendidikan dan seleksi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi, integritas, dan kedisiplinan.
“Seleksi sekolah kedinasan bukan hanya tentang kesempatan menjadi ASN, tetapi juga tentang mempersiapkan diri menjadi pribadi yang kompeten, berintegritas, dan disiplin dalam pengabdian kepada masyarakat,” ujar Rini dalam keterangan resmi, Jumat (14/8/2026).
4.770 Formasi Tersebar di 9 Instansi
Pemerintah membuka formasi sekolah kedinasan pada sejumlah kementerian dan lembaga. Berikut rinciannya:
– Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN): 1.410 formasi
– Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN: 1.000 formasi
– Sekolah kedinasan Kementerian Perhubungan: 891 formasi
– Politeknik Statistika STIS: 564 formasi
– Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan: 375 formasi
– Politeknik Pengayoman Indonesia: 250 formasi
– Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG): 130 formasi
– Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN): 100 formasi
– Politeknik Siber dan Sandi Negara: 50 formasi
– Jika seluruh kuota tersebut dijumlahkan, total formasi mencapai 4.770 kursi.
IPDN menjadi sekolah kedinasan dengan kuota terbesar, yakni 1.410 formasi. PKN STAN berada di posisi berikutnya dengan 1.000 formasi, disusul sekolah kedinasan di lingkungan Kementerian Perhubungan dengan 891 formasi.
Pemerintah menjadwalkan pengumuman dan pembukaan pendaftaran sekolah kedinasan pada Agustus 2026.
Calon peserta nantinya melakukan registrasi secara daring melalui portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) milik Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Tahapan awal seleksi yang telah dijadwalkan meliputi:
– Agustus 2026: Pengumuman dan pembukaan pendaftaran.
– Agustus 2026: Registrasi peserta melalui SSCASN.
– September 2026: Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).
Adapun tahapan seleksi lanjutan setelah SKD akan ditentukan oleh masing-masing sekolah kedinasan sesuai ketentuan instansi.
Calon peserta perlu memperhatikan informasi resmi karena persyaratan, tahapan lanjutan, serta ketentuan masing-masing sekolah kedinasan dapat berbeda.
Seperti seleksi ASN pada umumnya, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sekolah kedinasan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Sistem tersebut dirancang agar pelaksanaan ujian berlangsung transparan dan hasilnya dapat ditentukan berdasarkan kemampuan peserta.
SKD terdiri atas tiga materi utama, yaitu:
– Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) untuk mengukur pemahaman peserta mengenai nasionalisme, integritas, bela negara, serta nilai-nilai kebangsaan.
– Tes Intelegensia Umum (TIU) untuk mengukur kemampuan verbal, numerik, dan penalaran.
– Tes Karakteristik Pribadi (TKP) untuk mengukur karakter dan kemampuan peserta dalam menghadapi berbagai situasi.
– Penggunaan CAT juga menjadi salah satu upaya pemerintah mencegah praktik kecurangan dalam proses seleksi.
Rini Widyantini mengingatkan calon peserta dan orang tua agar tidak mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
Ia menegaskan tidak ada jalan pintas dalam proses seleksi sekolah kedinasan.
“Jangan mudah percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi bagian dari birokrasi yang berintegritas,” tegas Rini.
Karena itu, peserta diminta mempersiapkan diri secara mandiri, mulai dari kelengkapan dokumen hingga penguasaan materi SKD.
Orang tua juga diharapkan memberikan dukungan agar putra-putrinya dapat mengikuti seluruh tahapan seleksi secara sehat dan sesuai aturan.
Dengan tersedianya 4.770 formasi, seleksi sekolah kedinasan menjadi salah satu jalur yang dinantikan lulusan SMA/SMK sederajat untuk melanjutkan pendidikan sekaligus memperoleh peluang berkarier sebagai ASN.
Peserta disarankan memantau pengumuman resmi dan menyiapkan dokumen sejak awal agar tidak terkendala ketika pendaftaran dibuka pada Agustus 2026. (edisi/fajar)
Comment