KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai melakukan pembangunan kantor Gubernur baru yang akan menelan anggaran Rp 400 miliar dan menjadi gedung tertinggi di Bumi Anoa.
Pasalnya, dengan terlaksananya acara ground breaking pada Jumat, 2 September 2022, sebagai awal dimulainya secara resmi pembangunan gedung baru Kantor Gubernur Sultra.
Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Kontruksi dan Tata Ruang Sultra, Fahri Yamsul mengungkapkan, gedung baru ini akan menjadi bangunan tertinggi di Bumi Anoa.
“Insya Allah gedung ini akan menjadi gedung tertinggi di Sulawesi Tenggara dengan ketinggian 112 meter dan 22 lantai plus satu menara. Selain itu, khusus tahun 2022 ini anggaran awal Rp 27 miliar. Sedangkan anggaran keseluruhan yang dibutuhkan kurang lebih Rp 400 miliar,” kata Fahri, Jumat (2/9/2022).
Saat membacakan laporan Ground Breaking di belakang kantor Gubernur Sultra yang lama, Fahri menyampaikan kantor baru ini rencananya akan menjadi pusat perkantoran pemerintah daerah.
“Karena telah digagas Bapak Gubernur Pak Ali Mazi pada tahun 2018-2019 silam peruntukannya seperti itu,” ujar dia.
Menurut dia pembangunan kantor baru dengan ketinggian 112 meter, maka gedung ini bisa dipandang dari semua sudut Kota Kendari.
“Gedung ini tidak merusak gedung lama dan aktivitas kantoran tetap berjalan karena gedung ini sudah disetujui oleh para ahli dari berbagai kalangan serta menggunakan metode terbaru tanpa melahirkan getaran saat pemasang tiang pancangnya,” ucap Fahri.
Fahri menambahkan meskipun menggunakan konsep minimalis dengan panjang dan lebar 88 meter x 45 meter. Namun, pada gedung ini terdapat pula parkiran yang bisa menampung seribu lebih kendaraan.
“Kita harapkan gedung ini tuntas sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan,” harapnya.
Untuk diketahui, pembangunan Gedung Baru Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara yang berlokasi di belakang Gedung Lama Kantor Gubernur di Kelurahan Anduonuhu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, di atas lahan seluas 147.700 M2, atau sekitar 14,7 Hektar, dan direncanakan sebanyak 22 lantai plus menara (sekitar 112 Meter), dengan konsep minimalis modern. Luas gedung dari lantai dasar hingga lantai 22 seluas 88.320 M2. Diperkirakan akan rampung dalam 2 sampai 3 tahun kedepan.
Sementara untuk pekerjaan Tahap I proyek ini diperkirakan akan menghabiskan anggaran sekitar Rp27 Miliar menggunakan dana APBD Provinsi Sultra. Namun, total anggaran yang dibutuhkan hingga selesainya pembangunan gedung dimaksud, berkisar Rp400 Miliar.
Kantor Gubernur baru ini direncanakan akan dibangun setinggi 22 lantai tersebut dilakukan guna meningkatkan efektivitas kerja dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam melayani masyarakat. (**)
Comment