KONSEL, EDISIINDONESIA.id – Sebanyak empat ekor sapi di Desa Ranooha, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), ditemukan mati secara misterius.
Hewan ternak tersebut didapati dalam kondisi luka tebas dan sebagian tubuhnya hilang, menimbulkan dugaan adanya praktik jagal ilegal di wilayah tersebut.
Salah satu pemilik sapi, ES (37), mengungkapkan bahwa dirinya dan keluarganya telah memelihara beberapa ekor sapi di desa itu. Hingga beberapa hari terakhir, hewan ternak mereka selalu aman. Namun, pada Selasa 10 September 2024, ES terkejut saat diberitahu bahwa salah satu sapinya ditemukan mati dengan hanya menyisakan bagian usus.
“Tinggal ususnya kita dapat. Sapiku memang, karena berkurang satu ekor. Sementara sapinya warga di sini aman semua,” ujar ES saat dihubungi, Sabtu (14/9/2024).
Kejadian serupa terulang keesokan harinya, Rabu 11 September, ketika ES kembali mendapat kabar tentang penemuan sapi mati misterius di sebuah selokan. Kali ini, sapi tersebut dalam kondisi penuh luka dengan sebagian dagingnya sudah hilang.
“Itu sapi di sini juga. Yang punya itu sapi keluargaku juga. Didapat dalam parit, sudah diambil dagingnya sebagian,” jelasnya.
Puncaknya terjadi pada hari ini, Sabtu 14 September 2024, ketika dua ekor sapi lainnya ditemukan mati dengan kondisi leher disembelih dan tubuh penuh sayatan, meskipun bangkainya masih utuh.
“Jadi totalnya sudah 4 ekor, 2 ekor sudah tidak utuh, dan 2 ekor hari ini hanya sembelih saja, tetapi bangkainya masih utuh,” katanya.
Atas rangkaian kejadian ini, ES dan warga setempat berencana melaporkan kasus tersebut ke pihak Polsek Ranomeeto agar segera diselidiki. Mereka khawatir insiden ini akan terus berlanjut dan mengancam keamanan hewan ternak lainnya.
“Rencana kita mau melapor ini. Kita waspada juga, jangan sampai ada lagi kejadian susulan,” tutupnya. (**)
Comment