BBM Naik dan Babak Belurnya Rupiah, Mahasiswa Fisip UHO Demo di Bundaran Tank Kendari

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar aksi demonstrasi pada Rabu (10/6/2026). Kegiatan berlangsung di kawasan Bundaran Tank, Jalan Malaka, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kendari.

Berdasarkan pantauan langsung, puluhan mahasiswa memadati ruas jalan tersebut. Suasana makin tegang saat peserta aksi membakar sejumlah ban bekas, menimbulkan kobaran api dan kepulan asap hitam. Akibatnya, arus lalu lintas terhambat dan macet, memaksa warga yang melintas untuk memperlambat kendaraannya.

Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fisip UHO, Fatur, menyatakan unjuk rasa ini merupakan wujud kekecewaan atas kinerja pemerintah. Isu utama yang disorot adalah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memicu kesulitan ekonomi masyarakat, diperparah dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Yang kami soroti adalah kenaikan harga BBM bersamaan dengan nilai rupiah yang makin melemah,” tegas Fatur saat ditemui di lokasi aksi.

Sebagai informasi, terhitung mulai 10 Juni 2026, Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga jenis BBM tertentu, antara lain Pertamax dan Pertamax Green. Berikut rincian harga BBM yang berlaku saat ini:

– Pertalite: Rp 10.000 per liter
– Biosolar: Rp 6.800 per liter
– Pertamax: Rp 16.250 per liter (dari sebelumnya Rp 12.300)
– Pertamax Green 95: Rp 17.000 per liter (dari sebelumnya Rp 12.900)
– Pertamax Turbo: Rp 20.750 per liter
– Dexlite: Rp 23.000 per liter
– Pertamina Dex: Rp 24.800 per liter

Hingga berita ini diturunkan, massa mahasiswa masih tetap berunjuk rasa dan kemacetan di sekitar Bundaran Tank masih berlangsung. (**)

Comment