Hadiri Rakorda MUI Koltim, Ini Sejumlah Harapan Bupati Abdul Azis

KOLTIM, EDISIINDONESIA.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda), di Aula Rujab Bupati Koltim, Kamis (21/12/2023).

Bupati Koltim Abdul Azis, dalam hal ini diwakili Staf Ahli Bupati Herman Amin berharap, melalui Rakorda itu, MUI Koltim dapat melakukan evaluasi program kerja, melakukan konsolidasi pengurus dan menghasilkan rekomendasi untuk dijadikan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan pemerintah.

Sebab menurutnya, peranan dan fungsi MUI sangat besar dalam pembangunan dan memperkokoh sendi-sendi etika, moral spritual, kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus sebagai pencerah, pencerdas, dan pembimbing umat dengan ajaran dan nilai-nilai Islam.

Bupati menyebutkan, MUI sebagai rumah besar ormas Islam di dalamnya ada NU, Muhammadiyah, BWI, BAZNas, Wahdah Islamiyah, LDDI, Anshor, BKPRMI, DMI, BKM, Muslimat NU, IMI, Fatayat, hingga BKMT dan FKUB lainnya, dapat menjadi lokomotif dalam menciptakan masyarakat yang agamis sekaligus sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan di Koltim.

Kemajuan, dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntutan pembangunan yang telah menyentuh seluruh aspek kehidupan lanjutnya, disamping membawa berbagai kemudahan dan kebahagiaan, juga menimbulkan sejumlah perilaku dan persoalan-persoalan baru.

“Kaum muslimin meyakini bahwa Islam merupakan agama yang mampu mengatur kehidupan umat manusia secara sempurna dalam semua segi kehidupan,” katanya.

“Walaupun agama ini sudah melalui sejarah yang panjang, hal ini tidaklah menjadikan Islam kaku dalam menghadapi sejarah yang dilaluinya, melainkan sebaliknya, mengakibatkan Islam semakin dewasa untuk beraplikasi di tengah-tengah kehidupan umat manusia,” tambahnya.

Lanjut, ia menyampaikan, pemerintah melihat bahwa umat Islam sebagai kelompok mayoritas di negeri ini, memiliki potensi yang tidak bisa diabaikan. Hal itu berarti bahwa kerjasama dengan ulama sangat perlu dijalin dengan pemerintah.

Dalam pandangan umum masyarakat Indonesia, ulama diartikan sebagai tokoh yang menjadi tuntunan dalam penerapan syariat Islam, agar tercipta kesesuaian antara dalil syara’ dan praktiknya dalam kehidupan sehari-hari.

Kata dia, ulama merupakan sosok yang bisa menjawab dan memecahkan setiap masalah sosial keagamaan yang timbul dan dihadapi masyarakat, selain itu ulama dikatakan pula sebagai penjaga moral dan bentengnya masyarakat.

Sehingga, menghadapi ajang Pemilihan Umum Tahun 2024 ini, ia berharap MUI dapat bersama-sama dengan pemerintah untuk menciptakan suasana yang kondusif, menebarkan kedamaian dan kasih sayang di dalam masyarakat.

“Selain itu, MUI diharapkan semakin memperkuat syiar agama bagi masyarakat, mengingat tantangan-tantangan dalam kehidupan semakin berat dan beragam, sehingga harus dibentengi dengan amalan dan agama,” harap bupati.

“Sehingga saya mengajak, mari kita bergandengan tangan, bahu membahu dan berjalan seiring, Koltim menunggu ide cerdas dan kerja keras kita. Kalau kita bersama, Kolaka Timur sejahtera, jika kita taat pada Allah Kolaka Timur agamis, apabila kita rukun Kolaka Timur damai, kalau kita selaras tercipta Kolaka Timur yang adil dan makmur dalam Ridha Allah SWT,” tutupnya. (**)

Comment