KONUT, EDISIINDONESIA.id – Upaya meningkatkan keselamatan nelayan saat beraktivitas di laut terus dilakukan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Molawe.
Salah satunya melalui pembagian jaket keselamatan atau life jacket secara gratis kepada nelayan di Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (26/8/2026).
Selain menyerahkan perlengkapan keselamatan, KUPP Molawe juga memberikan edukasi kepada nelayan terkait pentingnya memenuhi standar keselamatan pelayaran.
Kepala KUPP Molawe, Capt Mastri Tulak, melalui Kasi Kesyahbandaran KUPP Molawe, Capt Sorindra, mengatakan keselamatan nelayan menjadi salah satu perhatian utama pihaknya. Hal itu mengingat sebagian besar nelayan menggunakan kapal berukuran kecil yang memiliki risiko cukup tinggi ketika beroperasi di laut.
Menurutnya, bantuan life jacket tidak boleh hanya menjadi perlengkapan yang disimpan di kapal. Nelayan diminta menggunakannya setiap kali melakukan aktivitas pelayaran.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Kami berharap perlengkapan keselamatan yang diberikan ini digunakan sebagaimana mestinya ketika nelayan melaut sehingga dapat meminimalkan risiko apabila terjadi kondisi darurat,” ujarnya.
KUPP Molawe juga mengingatkan nelayan agar memperhatikan ketentuan pelayaran ketika beroperasi, terutama pada malam hari. Salah satu hal yang ditekankan adalah penggunaan lampu navigasi sebagai penanda keberadaan kapal.
Penggunaan lampu navigasi dinilai penting untuk mengurangi risiko kecelakaan, terutama ketika kapal nelayan berpapasan dengan kapal berukuran lebih besar, seperti tugboat, yang juga melintas di jalur perairan tersebut.
Selain aspek keselamatan, KUPP Molawe mendorong nelayan segera melengkapi dokumen kapal melalui E-Pas Kecil. Dokumen tersebut merupakan surat tanda kebangsaan kapal dalam bentuk kartu elektronik yang diperuntukkan bagi kapal dengan ukuran di bawah 7 Gross Tonnage (GT).
Capt Sorindra menjelaskan, E-Pas Kecil tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administrasi kapal, tetapi juga menjadi bagian dari pendataan kapal dan kelengkapan keselamatan yang dimiliki.
“Melalui E-Pas Kecil, data kapal tercatat secara elektronik, termasuk informasi mengenai kelayakan dan perlengkapan keselamatannya. Dokumen ini juga menjadi salah satu persyaratan bagi nelayan untuk memperoleh BBM bersubsidi,” jelasnya.
Nelayan juga diminta memastikan alat pemadam kebakaran selalu tersedia dan dalam kondisi siap digunakan. Imbauan tersebut disampaikan karena kapal nelayan memiliki potensi mengalami kebakaran, terutama akibat penggunaan mesin dan instalasi kelistrikan selama berada di laut.
KUPP Molawe memastikan dukungan terhadap nelayan akan terus dilakukan sesuai dengan ketersediaan anggaran dan alokasi bantuan.
“Kami akan terus berupaya mendukung nelayan. Jika dukungan anggaran dan alokasi bantuan kembali tersedia, perlengkapan keselamatan lainnya juga akan kami salurkan,” katanya.
Sementara itu, salah seorang nelayan, Erdi, menyambut baik kegiatan pembagian life jacket sekaligus sosialisasi E-Pas Kecil tersebut.
Ia menilai kegiatan itu memberikan manfaat langsung bagi nelayan karena tidak hanya memperoleh perlengkapan keselamatan, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai prosedur keselamatan yang harus diperhatikan ketika melaut.
“Ini memang kegiatan yang kami butuhkan. Selain mendapatkan perlengkapan keselamatan, kami juga menjadi lebih paham mengenai hal-hal yang harus diperhatikan agar aktivitas melaut tetap aman,” ujar Erdi. (**)
Comment