EDISIINDONESIA.id – BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai tanggal 12 hingga 16 Februari. Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) sendiri kembali dikepung banjir.
Tak sedikit jalanan yang terendam hingga mengakibatkan akses pengguna jalan terhambat.
Dalam pantauan Fajar.co.id, air mulai menggenangi Jalan AP Pettarani, Jalan Urip Sumoharjo hingga Jalan Perintis Kemerdekaan.
Bahkan di beberapa titik, kondisi air mencapai setengah meter. Salah satu genangan yang cukup tinggi di depan Kantor Gubernur Sulsel Jalan Urip Sumoharjo.
Sebelumnya, Plh Kepala BMKG Wilayah IV Makassar Kamal A menyampaikan prakiraan tanggal 12 — 16 Februari 2023, hujan dengan Intensitas lebat – sangat Lebat berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat meliputi Kabupaten/Kota Pinrang, Pare-Pare, Barru, Pangkajene dan Kepulauan, Maros, Makassar, Takalar.
Wilayah Sulawesi Selatan bagian tengah meliputi Kab. Sidrap, Soppeng, Gowa.
Wilayah Sulawesi Selatan bagian selatan meliputi Kabupaten Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Kepulauan Selayar.
Wilayah Sulawesi Selatan bagian timur meliputi Kab. Bone, Sinjai. Serta potensi angin kencang di Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan.
“Masyarakat diharapkan agar mewaspadai gelombang tinggi di perairan sekitar Sulawesi Selatan,” ujar Kamal.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Danny Pomanto mengimbau para camat dan lurah segera turun lapangan bersama satgas untuk mengecek kondisi.
“Pastikan tidak ada sumbatan dan segera bersama RT/RW memantau semua masyarakat yang terkena dampak yang menbutuhkan evakuasi,” ucap Danny-sapaannya.
Khusus Dinas Pekerjaan Umum Makassar, diminta segera menurunkan satgas drainase untuk mengecek dan menjaga kinerja drainase bersama alat berat dan craine kalau harus mengangkat beton.
Sedangkan untuk BPBD diminta segera mengaktifkan pemantauan di warroom BPBD, dan segera mempersiapkan kegiatan evakuasi jika dibutuhkan.
Begitu pun Dinas Sosial segera mempersiapkan semua hal yang sudah menjadi standar penanganan bencana banjir.
“Dinas-dinas dan BUMD tugas perbantuan kedaruratan seperti standar sebelumnya,” tutur orang nomor satu Makassar ini.
Seluruh masyarakat juga diimbau untuk menghindar di luar bangunan karena masih terjadi badai petir, pohon tumbang, tiang besi (listrik).
Selain itu, Danny juga mengimbau agar anak-anak terus dijaga. Para pelajar diminta untuk dipulangkan. Pembelajaran dialihkan ke daring hingga cuaca kembali baik.
“Segera dilaksanakan selalu waspada dan tanggap serta selalu berdoa agar Kota Makassar senantiasa dilindungi dari bencana san marabahaya,” tandasnya.
Di samping itu, Danny juga meminta Dinas Pariwisata untuk mengatensi hotel-hotel yang memiliki basement untuk pasokan listrik. (edisi/fajar)
Comment