KOLTIM, EDISIINDONESIA.id – Pertandingan antara Kecamatan Polipolia dan Kecamatan Ladongi dalam ajang Bupati Cup II Kolaka Timur (Koltim) 2026 di Lapangan Sepak Bola Desa Gunung Jaya, Kecamatan Dangia, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (27/8/2026), terpaksa dihentikan setelah terjadi kericuhan di tengah pertandingan.
Kericuhan terjadi saat Polipolia masih unggul 3-2 atas Ladongi. Situasi memanas setelah wasit memberikan hadiah penalti kepada Ladongi pada menit-menit krusial.
Keputusan tersebut langsung mendapat protes dari kubu Polipolia. Salah seorang penonton, Billy, mengatakan keputusan wasit memicu ketegangan karena hasil pertandingan berpengaruh terhadap peluang kedua tim untuk melaju ke babak berikutnya.
“Waktu skor 3-2, tiba-tiba Ladongi dapat penalti. Pihak Polipolia tidak terima, akhirnya manajer dan beberapa penonton masuk ke lapangan,” kata Billy, Jumat (28/8/2026).
Menurut Billy, kubu Polipolia keberatan dengan keputusan tersebut lantaran apabila penalti berhasil dikonversi menjadi gol, skor akan berubah menjadi 3-3. Hasil itu dinilai dapat memengaruhi peluang Polipolia untuk lolos ke babak delapan besar.
Situasi kemudian semakin tidak terkendali setelah sejumlah penonton dan pihak dari kubu Polipolia menerobos masuk ke area pertandingan. Aparat keamanan yang berada di lokasi langsung turun ke lapangan untuk meredam kericuhan dan mengamankan situasi.
Akibat insiden tersebut, eksekusi penalti untuk Ladongi tidak sempat dilakukan. Pertandingan pun dihentikan dan papan skor tetap menunjukkan keunggulan Polipolia 3-2.
Hingga berita ini ditulis, panitia penyelenggara maupun komisi pertandingan belum memberikan keterangan resmi mengenai status pertandingan serta kemungkinan sanksi atas kericuhan tersebut.
Meski pertandingan berakhir dengan insiden, hasil 3-2 tersebut membuat Polipolia dan Ladongi sama-sama dipastikan melaju ke babak delapan besar Bupati Cup II Koltim 2026.(**)
Comment