KONAWE, EDISIINDONESIA.id– Kawasan pesisir Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe, menjadi wadah kebersamaan masyarakat melalui kegiatan Kemah Bakti bertajuk Festival Wisata Bahari Bersahaja, yang berpusat di kawasan Pantai Tombawatu hingga Pantai Tanjung Lalimbue.
Berlangsung pada 27–30 Agustus 2026, kegiatan ini tak sekadar mengangkat pesona dan potensi wisata bahari, melainkan sekaligus menghadirkan pelayanan sosial langsung kepada masyarakat, pemberdayaan pelaku UMKM, serta gerakan bersama peduli dan lestari lingkungan pesisir.
Rangkaian acara dibuka dengan pemasangan tenda peserta pada 27 Agustus. Keesokan harinya, 28 Agustus, dilanjutkan pendaftaran peserta sebelum upacara pembukaan yang dipimpin langsung oleh Bupati Konawe di kawasan Tanjung Lalimbue.
Salah satu momen penting dalam pembukaan adalah peninjauan Bazar UMKM dan Pasar Pangan Murah ruang yang disiapkan khusus bagi pelaku usaha lokal untuk mengenalkan produk sekaligus memperluas jangkauan pasar di hadapan warga dan peserta festival.
Kehadiran bazar tersebut juga menjadi bukti bahwa pengembangan wisata dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat. Produk-produk unggulan warga kini tampil lebih luas, bertepatan dengan meningkatnya kunjungan dan aktivitas di kawasan festival.
Selain menggerakkan roda ekonomi lokal, Festival Wisata Bahari Bersahaja juga membawa sejumlah layanan sosial yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat, antara lain pelayanan administrasi kependudukan, pelayanan DTSN, pelayanan kontrasepsi, sunatan massal, hingga pemeriksaan kesehatan gratis. Dengan demikian, masyarakat bukan sekadar penonton, melainkan penerima manfaat nyata yang pelayanan didekatkan langsung ke tempat mereka.
Semangat kepedulian juga dituangkan dalam aksi bersih pantai dan penanaman pohon yang mencakup kawasan Pantai Tombawatu, Tanjung Lalimbue, hingga Pantai Batu Gong. Gerakan ini menjadi pengingat bersama: kemajuan wisata bahari tak boleh lepas dari upaya menjaga keasrian dan kelestarian lingkungan. Keindahan pesisir adalah modal utama pariwisata, yang wajib dijaga secara bersama-sama.
Tak luput pula perhatian terhadap keselamatan masyarakat pesisir melalui sosialisasi kesiapsiagaan bencana, guna memperkuat pemahaman warga dalam menghadapi risiko yang mungkin terjadi di wilayah pesisir.
Dari sisi atraksi bahari, festival menghadirkan kegiatan yang lekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat pesisir, di antaranya Penarikan Jala Ikan Secara Massal yang dilanjutkan dengan Festival Bakar Ikan di Tanjung Lalimbue.
Kegiatan ini bukan hanya menjadi tontonan menarik, tetapi juga menampilkan kekayaan sumber daya laut serta kearifan lokal yang dapat dikemas menjadi daya tarik wisata khas Konawe.
Rangkaian semakin meriah dengan beragam aktivitas masyarakat lainnya, seperti Festival Layang-Layang, Lomba Tangkap Itik, serta sejumlah cabang olahraga yang melibatkan unsur pemerintah daerah, warga, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.
Pada hari ketiga, 30 Agustus, kegiatan dimulai dengan senam bersama, dilanjutkan kembali dengan aksi bersih pantai serta kunjungan Bupati Konawe bersama jajaran Forkopimda ke lokasi perkemahan. Seluruh rangkaian kemudian ditutup dengan pembersihan kawasan perkemahan, di mana peserta meninggalkan pesan yang menyentuh: “Datang Bersih — Pulang Bersih”, sebuah janji bersama untuk senantiasa menjaga pesisir tetap asri dan nyaman.
Melalui Festival Wisata Bahari Bersahaja, Pesisir Kapoiala kini tak sekadar dikenal karena keindahan alamnya, melainkan sebagai kawasan yang menyatukan kekayaan bahari, kepedulian sosial, kelestarian lingkungan, serta kekuatan ekonomi masyarakat.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata memperkenalkan potensi luar biasa pesisir Konawe sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM dan warga untuk tumbuh bersama dalam bingkai pengembangan wisata bahari berbasis kearifan lokal.(**)
Comment