KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Indonesia terus mewujudkan komitmennya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor perkebunan melalui sosialisasi Program Beasiswa SDM Sawit Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap di lima kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara, yakni Konawe Utara, Konawe Selatan, Muna Barat, Kolaka Timur, dan Kolaka.
Dipimpin langsung oleh Muhammad Tonasa beserta tim, kegiatan ini turun ke lapangan untuk menyampaikan informasi lengkap kepada masyarakat khususnya keluarga petani sawit mengenai peluang pendidikan yang tersedia.
“Beasiswa SDM Sawit adalah program strategis untuk mencetak generasi muda yang kompeten dan terampil di bidang perkebunan. Lewat program ini, putra-putri petani dapat melanjutkan pendidikan tinggi di perguruan tinggi mitra, sehingga nantinya bisa menjadi tenaga profesional yang mendukung pengembangan industri sawit nasional secara berkelanjutan,” ujar Muhammad Tonasa, Senin (15/6).
Ia menambahkan bahwa masih banyak petani yang belum memahami secara rinci manfaat dan tata cara pendaftaran.
Oleh karena itu, SPKS berusaha menjangkau langsung hingga ke tingkat desa dan kecamatan agar informasi tersebar merata dan tidak ada yang tertinggal.
“Ini adalah kesempatan emas bagi anak-anak petani untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Kami ingin memastikan semua yang memenuhi syarat bisa mengakses informasi ini dengan mudah,” tegasnya.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas di setiap lokasi. Peserta yang terdiri dari petani, pelajar, orang tua, tokoh masyarakat, dan perwakilan kelompok tani mengikuti sesi pemaparan serta tanya jawab dengan aktif.
Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari persyaratan, pilihan jurusan, proses seleksi, hingga manfaat yang akan didapatkan penerima beasiswa.
Di wilayah seperti Kolaka Timur, Kolaka, dan Konawe Selatan yang memiliki potensi perkebunan terus berkembang, kegiatan ini mendapat sambutan sangat baik.
Hal yang sama terjadi di Muna Barat, di mana banyak peserta mengaku baru mengetahui adanya beasiswa khusus untuk kalangan pelaku usaha sawit. Kehadiran tim SPKS pun dinilai sangat membantu memperjelas prosedur dan tahapan pendaftaran.(**)
Comment