Teknologi Perikanan Digital Dorong Nelayan Torobulu Lebih Mandiri

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Universitas Muhammadiyah Kendari (UM Kendari) bersama Universitas Mandala Waluya tengah melaksanakan program pengabdian masyarakat multi tahun di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan.

Fokus utama kegiatan ini adalah membantu nelayan dan pelaku usaha pengolahan ikan agar lebih mandiri melalui penerapan teknologi digital.

Ketua tim pelaksana, Dr. Fajriah, menjelaskan bahwa konsep Smart Digital Fishery diusung untuk menjadikan Torobulu sebagai salah satu sentra ketahanan pangan ikan di Sulawesi Tenggara.

Menurutnya, teknologi digital bisa menjadi solusi praktis untuk menjawab tantangan produksi, manajemen usaha, hingga pemasaran hasil laut.

Dalam praktiknya, tim memperkenalkan berbagai perangkat, seperti lampu ikan bawah air UFL+, alat ukur tangkapan berbasis digital, serta sistem digital agribisnis (SIDIA).

Kelompok pengolah ikan juga mendapat pelatihan teknologi pengeringan dan pengasapan mekanis, pengolahan limbah ikan menjadi produk bernilai tambah, hingga strategi pemasaran digital.

Kepala Desa Torobulu, Nilham, S.Pd., menyambut baik langkah ini. Ia menilai program tersebut sesuai kebutuhan warganya yang selama ini masih mengandalkan cara tradisional.

Dengan adanya pendampingan dari perguruan tinggi, ia optimistis kualitas dan daya saing produk ikan Torobulu bisa meningkat.

Program ini dirancang berjalan tiga tahun dengan target membangun sistem usaha perikanan tangguh, memenuhi standar mutu, dan berdaya saing.

Tim juga menyiapkan pendampingan berkelanjutan, mulai dari manajemen usaha, penerapan standar sanitasi, hingga legalitas produk.

Dr. Fajriah menambahkan, keberhasilan program bukan hanya pada adopsi teknologi, tetapi juga pada meningkatnya kepercayaan diri masyarakat dalam mengelola potensi laut.

Ia berharap Torobulu bisa menjadi model desa perikanan digital yang dapat direplikasi di daerah lain.(**)

Comment