KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Universitas Muhammadiyah Kendari (UM Kendari) menjadi tuan rumah penyambutan peserta Kuliah Kerja Nyata Ahmad Dahlan Mengabdi (KKN ADI) 2025.
Kegiatan ini menjadi pembuka dari rangkaian program pengabdian masyarakat kolaboratif yang mengangkat tema besar “Pemberdayaan Potensi Lokal, Pelestarian Lingkungan dan Taman Hutan Rakyat melalui KKN ADI di Kota Kendari”.
Kepala Pengabdian Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM) UMKendari Dr. Fajriah, S.Pi., M.Si., dalam laporannya menyampaikan, KKN Ahmad Dahlan Mengabdi adalah bentuk nyata sinergi antar Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang mengedepankan semangat kolaborasi dalam pengabdian lintas daerah.
Tahun ini, sebanyak 66 mahasiswa dari lima PTMA turut ambil bagian dalam program ini, yakni Universitas Muhammadiyah Kendari (UM Kendari), Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Wakatobi, serta Institut Teknologi dan Bisnis Kesehatan Muhammadiyah Muna Barat (ITBKM Mubar).
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa akan diterjunkan ke tiga kelurahan di wilayah Kota Kendari, yakni Watu-watu, Tipulu, dan Mangga Dua.
Lokasi-lokasi ini dipilih berdasarkan potensi lokal dan persoalan lingkungan yang membutuhkan pendekatan langsung, partisipatif, dan berbasis komunitas.
Salah satu fokus utama kegiatan tahun ini adalah pelestarian hutan rakyat, yang menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem dan sumber daya alam di tengah tekanan urbanisasi.
Program kerja KKN ADI juga dirancang secara kolaboratif dengan melibatkan Kelompok Tani Hutan Rakyat di tiap kelurahan.
Para mahasiswa akan bekerja bersama masyarakat, Balai Taman Hutan Raya (Tahura), serta Lembaga Swadaya Masyarakat Sulawesi Cipta Forum (SCF) dalam mengembangkan berbagai program pemberdayaan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan dan peningkatan kapasitas sosial-ekonomi warga.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Nurdin, M.Sc., IPU., ASEAN Eng., berharap bahwa program KKN ADI ini dapat menjadi contoh bagi program-program lainnya dalam memberdayakan potensi lokal, melestarikan lingkungan, dan mengembangkan taman hutan rakyat.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam program ini, dan mari kita bekerja sama untuk mencapai tujuan yang kita cita-citakan, ujarnya.
Sebagai kota dengan dinamika urban yang pesat sekaligus memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar, Kendari menjadi laboratorium sosial yang ideal bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus berkontribusi.
Dengan semangat kolaboratif dan komitmen terhadap keberlanjutan, KKN ADI 2025 diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun generasi muda yang peduli, tangguh, dan siap menghadapi tantangan pembangunan berbasis lokal. (**)
Comment