Jalan Pariwisata Kendari-Toronipa Bakal Ditambah 1 Km dan Dilapisi Aspal Buton

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Jalan Kendari-Toronipa sepanjang 14,3 km dan lebar 27 meter di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), bakal ditambahkan sepanjang 1 kilometer (km) ke arah jalan Pariwisata Toronipa dan juga akan dilapisi aspal Buton.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Provinsi Sultra, Pahri Yamsul mengatakan pelapisan aspal diatas rigid beton itu akan dilakukan dengan melihat skala prioritas terlebih dahulu.

“Keseluruhan jalan Kendari-Toronipa ini akan kita lapisi aspal buton. Kita melihat dulu skala prioritas yang paling urgent itu kan jembatan,” kata mantan Kepala Dinsos Sultra ini.

Ia mengatakan jalan wisata Kendari-Toronipa dibangun kurang lebih selama 2 tahun sejak 2020. Dengan total anggaran Rp 944.202.216.000.

Pembangunan dibiayai dana APBD Sultra Rp 144.994.000.000 dan pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk pemerintah daerah sebesar Rp 799.258.216.000.

“Waktu yang dihabiskan ini mulai dari kita tuangkan ke dalam bentuk simetris penyusunan DAS itu 2018. Kita mulai konstruksi itu 2020, target sebenarnya 1 tahun tapi karena ada COVID-19 itu sangat menghambat sehingga selesai di 2022,” kata Pahri.

“(Jalan Kendari-Toronipa) Sudah bisa digunakan secara resmi, artinya ini sudah berfungsi secara maksimal. Tentunya ini nanti ada penambahan untuk perawatan dari badan jalan,” jelasnya.

Pahri juga menyampaikan akan ada penambahan jalan 1 kilometer lagi untuk kawasan wisata ini.

“Kalau penganggaran nanti di BPKAD, karena kami hanya secara teknis kelayakan,” katanya.

Selain itu, Pahri menyebut yang membanggakan dari proyek ini juga karena jembatan yang ada di Jalan Kendari-Toronipa ini menjadi satu-satunya jembatan di Indonesia yang menggunakan aspal buton.

Menurutnya, itu merupakan signal bagi daerah lain bahwa aspal buton ini sangat layak digunakan.

“Itu merupakan kebanggan bagi kita sendiri sebagai daerah yang menghasilkan aspal buton baru kita yang menggunakan sendiri,” ujarnya..

Jalan wisata atau Tol Kendari-Toronipa ini tentu saja digratiskan bagi masyarakat yang hendak melewatinya. Dengan harapan, kehadiran jalan tol tersebut dapat memberi efek domino dalam hal ekonomi, sosial, budaya dan lainnya.

Serta bisa untuk menumbuhkembangkan kesejahteraan masyarakat Sultra. Apalagi jalan ini juga bisa mengakses wisata Batugong yang jaraknya tak begitu jauh dari Wisata Pantai Toronipa.

“Tidak berbayar tentunya untuk meningkatkan efek domino daripada kawasan ini. Ini sudah kita rencanakan, ini akan tembus sampai daerah batugong jalannya,” ujarnya.

“Tadi dari Lippo kesini (wisata Torinipa) sudah tinggal sekitar 13 menit, artinya yang selama ini hampir 2 jam itukan salah satu potensi untuk menghemat waktu dan mengembangkan ekonomi,” tutupnya. (**)

Comment