Nilai Akhir Seleksi Paskibraka Nasional Nama Siswa Asal Kendari Tertinggi, Bukan Wira

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Polemik calon Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berlanjut.

Tak hanya Doni Amansa, ada satu nama siswa asal Kota Kendari yang diduga mendapat kecurangan dari panitia seleksi.

Pasalnya, dari daftar nilai akhir hasil seleksi yang dikeluarkan Kesbangpol Sultra tertulis nama Muhammad Yislam Rasya asal SMAN 4 Kendari memperoleh nilai tertinggi 1.582 ketimbang Wiradinata Satya Persada yang hanya 1.536.

Olehnya itu, mengetahui nilai anaknya lebih tinggi, ibunda Muhammad Yislam Rasya, Yanti pun angkat bicara.

Yanti mempertanyakan proses seleksi yang dilakukan Kesbangpol Sultra sebagai panitia daerah. Pasalnya, bukan Yislam Rasya yang terpilih mewakili Sultra, melainkan Wiradinata Setya Persada.

“Kami meminta penjelasan Kesbangpol Sultra, kenapa anak saya memiliki nilai tertinggi seleksi Paskibraka, tapi tidak lolos,” tanya Yanti, saat ditemui, Kamis (27/7/2023).

Ia sempat mendengarkan informasi, lanjut Yanti. Bahwa anaknya dicoret karena terkena sanksi indisipliner, lantaran terlambat mengikuti proses seleksi. Yanti pun membantah hal itu.

Sebab, menurut Yanti, kalau memang Yislam Rasya dibilang sering terlambat dan tidak disiplin, seharusnya panitia seleksi mengurangi nilai anaknya jauh di bawah standar.

“Kenapa tidak didiskualifikasi atau dipulangkan sejak awal. Tapi ini kan tetap mengikuti seleksi sampai penentuan akhir, bahkan nilainya paling tinggi, beda 50 dari Wira,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Yanti juga mengaku menerima informasi yang beredar, bahwa anaknya tidak diloloskan sebagai Paskibraka Nasional meski mendapat nilai tertinggi, tak memiliki tinggi yang cukup.

“Tinggi anak saya 175, di atas tinggi standar peserta 170. Kalau anak saya tingginya kurang, dari sekolah tidak akan mungkin dikirim mengikuti seleksi. Atau mungkin dari seleksi awal didiskualifikasi, tapi faktanya tidak begitu,” tegasnya sembari memperlihatkan foto anaknya melalui ponsel.

Yanti pun meminta Kesbangpol Sultra untuk menjelaskan sejumlah keanehan nilai itu. Pihaknya, juga akan menempuh jalur hukum jika Kesbangpol Sultra tak bisa membeberkan alasan dan bukti yang kuat anaknya tak lolos ke Paskibraka Nasional. (**)

Comment