JAKARTA, EDISIINDONESIA.com – Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat (Mubar) Bahri resmi dilantik oleh Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi di Aula Merah Putih Rujab Gubernur pada Jumat (27/05/2022) lalu.
Aktivis lingkungan dan jurnalis senior, Ali Maturahim memberikan apresiasi dan penghargaan tinggi terhadap keputusan yang dilakukan oleh Gubernur Sultra, untuk melantik Bahri.
Hal tersebut dinilainya sebagai langkah tepat, mengingat sosok Bahri yang kini menjabat sebagai Pj Bupati merupakan sosok yang berasal dari Ttiworo, Mubar.
Kata Ali Maturahim, Bahri merupakan salah satu generasi pilihan yang telah diproses dengan baik di tanah rantauan, dan kini telah kembali di kampung halaman guna memberikan harapan baru bagi masyarakat Mubar.
“Bahri telah kembali ke salah satu tanah kelahiran para leluhur. Tentu ada harapan besar di pundaknya kini, yakni bagaimana dirinya mampu menunjukan prestasi membanggakan dengan memanfaatkan waktu yang diamanahkan sebagai orang nomor satu di Mubar, dalam mewujudkan harapan-harapan masyarakat di sana,” tuturnya melalui keterangannya di Jakarta, Minggu (29/5/2022).
“Saya secara pribadi maupun mewakili keluarga besar Tiworo mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Sultra, Ali Mazi karena telah memberikan restu bagi Kabupaten Mubar untuk berkesempatan memiliki pemimpin seperti Bahri. Pengalaman, loyalitas, dan dedikasinya tentu tidak perlu diragukan lagi. Namun ini juga menjadi tantangan bagi ananda Bahri untuk berkarya bagi daerah Mubar dan menjadikan Mubar sejajar dengan daerah lainnya yang telah sama-sama ataupun lebih dulu mekar di Provinsi Sultra,” harapnya.
Sementara itu, Pj Bupati Mubar, Bahri menyatakan kesiapan untuk membangun Kabupaten Mubar, dengan tetap bersinergis dengan Pemprov Sultra dan pemerintahan pusat, serta memastikan netralisasi pemilu pada tahun 2024 nanti.
“Sesuai arahan dan pesan dari Bapak Gubernur Provinsi Sultra, maka akan lebih mengedepankan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, menjaga netralisasi, dan menyukseskan semua program pembangunan yang telah dirumuskan bersama,” terangnya.
Direktur Perencanaan Anggaran Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri ini juga mengungkapkan, pihaknya juga akan melakukan penataan terhadap sistem pemerintahan saat ini di Mubar, dengan melakukan evaluasi-evaluasi terkait bagaimana tata pengelolaannya selama ini, seperti tata kelola keuangan daerah.
“Saya juga selaku Direktur Perencanaan Anggaran Daerah akan menyinkronkan kebijakan anggaran yang kemudian diarahkan demi kesejahteraan masyarakat, yang salah satunya bisa berwujud pemberian pelayanan yang prima kepada masyarakat kita di Mubar,” terangnya. (Rls)
Comment