WAKATOBI, EDISIINDONESIA.com – Koalisi Parlemen Jalanan (KPJ) Kabupaten Wakatobi resmi melaporkan aksi premanisme saat demo Bupati Wakatobi, Haliana terkait dukungan kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yang tengah melakukan klarifikasi soal kasus dugaan pelanggaran sistem merit di lingkungan Pemda Wakatobi.
Demonstrasi yang berlangsung pada Rabu, 23 Maret 2022 itu dibubarkan secara paksa oleh sekelompok pria bertubuh kekar terdiri dari beberapa orang tim pemenangan Bupati Haliana pada Pilkada 2020 lalu dan salah seorang diantaranya diketahui merupakan mantan sopir Patwal Bupati.
Pendemo bahkan diseret, dikejar dan diancam akan dibunuh hingga salah satu dari orator aksi mengalami luka-luka.
Laporan tersebut disampaikan kepada Polres Wakatobi atas aduan tindakan premanisme yang dilakukan sekelompok pria untuk membubarkan massa aksi pada Kamis (24/3/2022).
Founder KPJ, Emen Lahuda menuturkan kejadian itu membuat citra pemerintahan Wakatobi menjadi buruk.
Aksi demonstrasi diatur dalam perundang-undangan dimana setiap orang berhak menyampaikan aspirasi. Namun kenyataannya, para aktivis mengalami tindakan kesewenang-wenangan dari para preman yang diduga bagian dari lingkaran Bupati Wakatobi, Haliana.
“Dunia demokrasi di Wakatobi sudah tercoreng karena adanya premanisme. Dengan ini kami berharap, agar pihak kepolisian segera mengusut tuntas para bedebah-bedebah ini,” ungkapnya. (**)
Comment