KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Asrun Lio, mewakili Penjabat (Pj) Gubernur, menghadiri acara Sinergi dan Kolaborasi dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi di Sultra.
Mengawali sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bea Cukai Kendari yang telah menginisiasi acara ini.
“Forum ini menjadi bukti nyata komitmen kita bersama dalam membangun sinergi yang kokoh demi kemajuan Sulawesi Tenggara sehingga dapat berpengaruh pada pengembangan ekonomi masyarakat” ujar Sekda.
Ia menekankan pentingnya sinergi dalam mengoptimalkan potensi ekonomi Sulawesi Tenggara yang kaya akan sumber daya alam dan semangat kewirausahaan masyarakat.
“Melalui kolaborasi yang baik antara Bea Cukai dan Stakeholders, saya yakin potensi ini dapat dioptimalkan untuk mewujudkan Sultra yang maju, sejahtera, dan bermartabat,” lanjut Sekda.
Lebih lanjut, Sekda menyampaikan bahwa Sulawesi Tenggara memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Sektor pertanian, dengan didukung oleh lahan subur dan iklim tropis, menghasilkan komoditas unggulan seperti padi, jagung, dan ubi, memberikan peluang besar untuk meningkatkan produksi pangan dan mensejahterakan petani.
Potensi perkebunan juga terus berkembang, kakao, jambu mete dan kelapa telah menjadi komoditas andalan Sultra,
“Kita patut berbangga dengan melonjaknya harga minyak nilam di Kolaka Timur yang mencapai Rp 2,2 juta per kilogram, ini menunjukkan potensi besar sektor perkebunan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Sultra,” ungkap Sekda.
Lanjut Sekda juga menyampaikan Sulawesi Tenggara juga kaya akan sumber daya lautnya, berbagai jenis ikan, udang dan hasil laut lainnya menjadi sumber penghidupan bagi nelayan dan petambak di Sultra.
“Potensi ini harus terus dikembangkan secara berkelanjutan baik melalui peningkatan kapasitas tangkap, budidaya perikanan yang berkelanjutan maupun pengolahan hasil laut yang bernilai tambah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.” lanjut Sekda.
Lebih lanjut, Sekda menambahkan bahwa potensi pertambangan di Sulawesi Tenggara juga sangat menjanjikan. Komoditas seperti nikel, emas, dan aspal dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Namun, ia juga mengingatkan pentingnya pembangunan yang berkelanjutan, dengan memperhatikan aspek lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sekitar.
Menutup sambutannya, Sekretaris Daerah kembali menegaskan bahwa untuk mengoptimalkan potensi ekonomi Sulawesi Tenggara, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, penegak hukum, pemerintah daerah, sektor swasta, dan seluruh elemen masyarakat, baik dalam penyusunan kebijakan, penyediaan infrastruktur maupun pengawasan untuk menciptakan ekosistem ekosistem ekspor yang kondusif dan berdaya saing.
“Dengan adanya ekosistem ekspor yang kondusif, diharapkan produk-produk unggulan Sulawesi Tenggara dapat menembus pasar internasional, meningkatkan devisa negara, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Sekda. (**)
Comment