Soal Wanita di Kendari Jadi Korban Salah Tembak, Begini Penjelasan Ditresnarkoba Polda Sultra

KENDARI, EDISIINDONESIA.idDirektorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Sultra) memberikan penjelasan terkait adanya peluru nyasar mengenai seorang wanita berinisial SM.

Direktur Ditresnarkoba Polda Sultra Kombes Pol Bambang Tjahjo Bawono menjelaskan, kejadian yang terjadi pada 30 Januari 2024 lalu, sekira pukul 23.58 WITA itu, berawal saat pihaknya melakukan pengintaian terhadap target operasi Ditresnarkoba yang merupakan residivis berinisial IP dan AN.

Dimana penindakan terhadap tersangka narkotika IP dan AN berujung pada insiden peluru nyasar yang yang dilakukan anggota Kepolisian Daerah (Polda) Sultra dan mengenai perempuan yang saat ini masih menjalani pengobatan di rumah sakit.

Kejadian tersebut berlangsung di sekitar SPBU Brigjen Katamso Kelurahan Baruga, Kota Kendari (depan Mako Brimob).

Kata dia, saat itu tim Opsnal melihat mobil Honda Brio yang dikendarai IP memasuki area SPBU. Lalu pihaknya melakukan penindakan karena di dalam kendaraan itu ada pelaku residivis yang merupakan target operasi Ditresnarkoba.

Kombes Pol Bambang menjelaskan saat penangkapan, IP berusaha melarikan diri dan mengancam menabrak petugas. Meski diberikan peringatan, IP tetap melanjutkan aksinya, sehingga tim Opsnal Unit 1 melakukan tindakan tegas terukur yang berujung pada peluru nyasar yang mengenai SM.

Ia menegaskan tindakan anggota dalam penangkapan tersebut merupakan upaya terukur untuk melindungi diri dari ancaman langsung, terutama setelah tersangka mengancam menabrak petugas.

Tersangka IP dan AN saat ini telah diamankan di Mako Direktorat Reserse Narkoba Polda Sultra untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Keduanya dijerat dengan pasal 114 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) subs pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Diketahui sebelumnya, korban peluru nyasar SM mengalami luka tembak di punggung kanan dan sedang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit dr R Ismoyo Kendari.

SM menjelaskan bahwa kejadian penembakan bermula saat korban bersama rekan-rekannya melewati jalur di depan Mako Brimob Polda Sulawesi Tenggara. Korban tidak terlibat dalam percakapan rekan-rekannya karena sibuk bermain ponsel di kursi belakang.

Namun, beberapa saat kemudian dirinya tertembak yang berasal dari luar mobil hingga menembus punggung sebelah kanannya. (**)

Comment