MUBAR, EDISIINDONESIA.id — Tim Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Muna Barat (Mubar) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Kejurnas Pencak Silat Anoa Championship II Tahun 2026 yang digelar sejak tanggal 30 hingga hari ini di GOR KONI Kendari.
Dengan total kekuatan 59 orang yang terdiri dari 54 atlet serta tim pelatih dan official, kontingen Muna Barat tampil impresif dan berhasil mengunci posisi Juara Umum II dengan raihan medali 18 emas, 7 perak, dan 18 perunggu.
Capaian ini sekaligus memastikan posisi Muna Barat tak tergoyahkan di papan klasemen hingga akhir kejuaraan, mengungguli banyak daerah lain yang turut ambil bagian dalam event nasional tersebut.
Salah satu sorotan datang dari atlet putri usia dini 1, Zahratu Nida Nurazani Nsumaso, yang masih duduk di bangku sekolah dasar namun mampu tampil gemilang dan menyumbangkan medali emas bagi tim. Prestasi ini menjadi bukti bahwa bibit-bibit unggul dari Muna Barat sudah mulai terlihat sejak usia dini.
Tak hanya itu, atlet putri lainnya, Delvi Komala Sari, juga mencuri perhatian setelah menaklukkan pesilat Aulia Nurhasanah Ainun di partai final. Kemenangan tersebut mengantarkan Delvi meraih predikat Pesilat Terbaik Kelas A Kategori Remaja Putri, sebuah capaian prestisius di ajang bergengsi ini.
Di balik keberhasilan ini, kerja keras tim pelatih menjadi fondasi utama. Mereka terdiri dari Manajer La Ode Sirodi, Pelatih Ikramansya, Taslim, dan Ramasia, serta official LD. Haston.
Salah satu pelatih, Ramasia menyampaikan rasa bangga sekaligus harapan besar atas capaian tersebut.
“Prestasi Juara Umum II ini adalah kado untuk seluruh masyarakat Muna Barat. Ini bukti bahwa anak-anak daerah mampu bersaing di level tinggi. Tapi kami tidak ingin berhenti di sini,” ujarnya Senin (04/05/2026).
Ia juga menekankan pentingnya perhatian serius dari pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan prestasi atlet.
“Kami berharap ada fasilitas latihan yang lebih layak, pembinaan berkelanjutan, serta jaminan masa depan bagi atlet berprestasi. Talenta ini harus dirawat bersama. Medali ini milik seluruh masyarakat Muna Barat,” tambahnya.
Ramasia bahkan memproyeksikan mimpi besar tim dalam beberapa tahun ke depan.
“Kami punya mimpi, 5 sampai 10 tahun ke depan akan lahir atlet Muna Barat yang bisa berdiri di podium nasional bahkan dunia membawa nama Indonesia. Mohon doa dan dukungan agar jalan itu bisa terbuka,” tutupnya.
Keberhasilan ini juga tak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Muna Barat yang terus mendorong pengembangan olahraga, khususnya pencak silat sebagai warisan budaya sekaligus cabang olahraga prestasi.
Dengan capaian ini, Muna Barat kembali menegaskan diri sebagai salah satu kekuatan baru dalam dunia pencak silat nasional. (**)
Comment