Putri Asal Muna Gaungkan Tenun Lokal di Forum Internasional Kuala Lumpur

MUNA, EDISIINDONESIA.id – Nur Indah Syahadat, putri asal Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali mengharumkan nama daerah di kancah internasional.

Ia terpilih sebagai satu dari 27 delegasi terbaik Indonesia dalam program International Youth Excursion Network (IYEN) 2026 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 21–24 April 2026.

Dalam forum pemuda internasional tersebut, Indah membawa misi khusus: memperkenalkan tenun khas Muna sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Pada sesi pertukaran budaya, ia tampil mengenakan sekaligus mempresentasikan kain tenun Muna yang berhasil menarik perhatian peserta dari berbagai negara.

“Saya sengaja membawa tenun Muna. Di forum sebesar ini, saya ingin dunia tahu bahwa Indonesia tidak hanya kaya teknologi, tetapi juga kaya wastra. Banyak yang bertanya dan kagum dengan motif tenun kita,” ungkapnya, Sabtu (25/04/2026).

Lebih lanjut, wanita berusia 25 tahun itu menambahkan bahwa partisipasinya dalam forum tersebut tidak hanya membawa misi budaya, tetapi juga mendorong isu-isu strategis di bidang pendidikan.

Indah merupakan mahasiswi program double degree, yakni Magister Akuntansi di Universitas Sangga Buana Bandung dan Magister Manajemen di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lasharan Jaya Makassar.

Kaji Transformasi Digital Pendidikan 3T

Di forum tersebut, Nur Indah bersama tim turut mempresentasikan proyek bertema transformasi pendidikan digital berbasis sosial-politik di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Kami mengkaji proyek ini untuk melihat perkembangan pendidikan digital di daerah 3T, khususnya di Kabupaten Muna, yang akses internetnya masih sangat terbatas,” jelasnya.

Melalui partisipasinya di forum internasional ini, Indah berharap dapat menjadi jembatan promosi budaya sekaligus mendorong perhatian terhadap ketimpangan akses pendidikan digital di daerah. (**)

Comment