Jelang Muktamar NU ke-35, Tiga Nama Digadang Calon Kuat Ketum

EDISIINDONESIA.id – Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau biasa disapa Gus Ipul menyinggung sejumlah nama yang mempunyai kans maju menjadi calon ketua umum PBNU pada Muktamar NU ke-35, Agustus 2026 mendatang.

Beberapa di antara adalah Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketum PBNU petahana Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dan mantan Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj.

“Salah satu yang berpotensi ya, kalau bicara itu salah satu yang berpotensi karena Pak Nasaruddin Umar juga pernah jadi katib aam sebelumnya, Gus Yahya dahulu juga pernah jadi katib aam sebelumnya, kiai Said kalau enggak salah sebelumnya juga pernah jadi katib aam,” ujar Gus Ipul di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026).

Menurut Gus Ipul, ketiga nama tersebut berpotensi menjadi ketum PBNU periode berikutnya. Hanya saja, kata dia, apakah mereka bersedia atau tidak menjadi ketum PBNU.

“Jadi semuanya sebenernya punya potensi ya punya potensi tinggal berkenan apa enggak,” tandas menteri Sosial ini.

Dia juga menegaskan bahwa NU memiliki banyak tokoh besar yang berpotensi menjadi ketum PBNU. Pihaknya akan memberikan kesempatan secara setara dan adil bagi semua kader NU yang ingin menjadi ketum PBNU.

“Calon-calon belum ada secara khusus, tetapi ya semua diberi kesempatan, semua diberi kesempatan untuk bisa mencalonkan diri, apalagi Nahdlatul Ulama ini besar, tidak akan kekurangan kader untuk menjadi ketua umum. Banyak sekali yang saya kira siap untuk menjadi ketua umum memiliki kriteria yang cukup,” jelas Gus Ipul.

Hanya saja, Gus Ipul memastikan dirinya tidak akan maju menjadi ketum PBNU. Dia mengaku dirinya belum memenuhi syarat menjadi ketum PBNU.

“Oh saya enggak, saya sudah, saya sudah sampaikan berulang-ulang ya, saya merasa tidak mencukupi syarat untuk bisa jadi ketua umum,” pungkas Gus Ipul.

Sebelumnya, PBNU resmi memutuskan muktamar ke-35 akan digelar pada 1-5 Agustus 2026. Sementara Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) untuk menyiapkan materi yang akan dibawa ke muktamar, akan dilaksanakan pada Juni. (edisi/bs)

Comment