Luas Lahan Capai 6000 Hektar, Pemprov Sultra Fokus Kembangkan Tanaman Kelapa Sawit

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) saat ini tengah fokus mengembangkan tanaman Kelapa sawit.

Kepala Dinas (Kadis) Perkebunan dan Hortikultura Sultra, La Haruna mengatakan hal itu difokuskan karena kelapa sawit merupakan tanaman ekspor yang memang sudah dikembangkan di beberapa daerah dataran Sultra.

Dimana untuk saat ini, luas lahan kelapa sawit di Sultra kurang lebih seluas 6000 hektar, yang tersebar rata. Ada yang ditanami oleh masyarakat serta ada lima pabrik yang sudah mulai melakukan produksi.

“Kelapa sawit ini harganya sudah mulai bagus dan masyarakat berlomba untuk menanam kelapa sawit,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/8/2023).

Ia menyampaikan, kelapa sawit sudah mulai berbuah di umur 2 tahun, akan tetapi untuk bisa dipanen dengan kualitas yang bagus itu diumur 4 tahun.

“Hasil produksi per satu kali panen per hektar bisa menghasilkan 2 sampai 3 ton bahkan 4 ton, seperti di daerah Kolaka, Kolaka Timur, Konawe dan Konawe Selatan yang sudah mulai produksi sekarang,” bebernya.

Selain kelapa sawit untuk di wilayah Sultra, Kakao juga terus dikembangkan, diantaranya itu di Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara (Kolut), Kolaka Timur (Koltim) dan Konawe Selatan (Konsel).

Sementara untuk di daerah kepulauan, seperti di Kabupaten Buton, Buton Tengah (Buteng), Buton Selatan (Busel) dan termasuk Kolut, di lakukan pengembangan jambu mente.

“Kolaka Utara itu mengembangkan kelapa sawit, kelapa, mente dan cengkeh. Kita fokus cengkeh itu di Kolaka Utara, dan di Kolaka. Kalau kepulauan itu di Konawe Kepulauan sama daerah Buton Utara (Butur),” sebutnya.

“Kemudian di Kabupaten Muna juga kita kembangkan kelapa sawit, juga sudah mulai ada hasil produksi dan mulai perluasan pengembangan di Kabupaten Muna Barat (Mubar) tambahnya.

Lanjut ia menyampaikan, untuk di Kabupaten Muna juga dikembangkan jambu mente karena ada satu wilayah di Kabupaten Muna yang sangat cocok dengan tanaman tersebut.

“Dari Muna itu 2 tahun lalu kita ekspor jambu mente di Belanda dan jug sabut kelapa kita ekspor di India,” katanya .

Sementara untuk tanaman hortikultura, pihaknya mengembangkan tanaman cabai di Kabupaten Konawe dan Konsel. Juga dikembangkan tanaman bawang merah di Kabupaten Kepulauan, seperti Kabupaten Busel untuk mengantisipasi kelangkaan bawang merah.

“Kita juga kembangkan perluasan area di Kolaka Utara Buton Selatan dan Kota Bau-bau,” tutupnya.

Untuk diketahui, produksi Kakao di Sultra selama tahun 2022 sebanyak 104.649 ton, Jambu Mete sebanyak 36.285 ton, Cengkeh 13.438 ton dan Kelapa sawit 8.467 ton. (**)

Comment