KENDARI, EDISIIDONESIA.id – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kota Kendari melakukan temu kader guna meningkatkan peran Kader Institusi Masyarakat Perkotaan (IMP), Selasa (29/8/2023).
Dalam kesempatan tersebut, Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu, mengingatkan mengenai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang menjadi fokus Dinas P2KB saat ini.
Sebab, angka stunting di Kota Kendari tahun 2022 sendiri mengalami penurunan dari 24 persen di tahun 2021 dan turun sebesar 4,5 persen pada tahun 2022.
Asmawa mengatakan, P2KB Kota Kendari saat ini tidak hanya bertugas untuk mengendalikan laju penduduk, melainkan diberi tugas tambahan melalui Perpres, agar bagaimana angka stunting bisa diturunkan atau dikendalikan.
“Syukur alhamdulilah berdasarkan hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di Kota Kendari mengalami penurunan yang sangat signifikan,” ungkapnya.
Sehingga, ia berharap di tahun 2023 ini angka stunting di Kota Kendari makin rendah. Pihaknya juga menargetkan angka stunting di Kota Kendari di tahun 2024 mencapai target nasional sebesar 14 persen.
Sementara itu, Kepala Dinas P2KB Kota Kendari Andi Dadjeng berharap, Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas P2KB bersama Kader IMP dapat makin bersinergi dalam menurunkan angka stunting di Kota Kendari.
Kata dia, giat itu merupakan salah satu langkah strategis dan tepat untuk menurunkan angka stunting, khususnya pada program Bangga Kencana yang berfokus untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas.
“Tujuan pertemuan ini memberikan motivasi kepada kader dalam menggalakkan program Bangga Kencana di Kota Kendari,” pungkasnya. (**)
Comment