Harga BBM Berpotensi Turun Mengikuti Harga Minyak Dunia

EDISIINDONESIA.id – Ia menjelaskan, tekanan yang sebelumnya dirasakan perekonomian nasional salah satunya dipicu oleh kenaikan harga energi global. Karena itu, apabila harga minyak dunia bergerak turun, beban terhadap sektor ekonomi juga akan berkurang.

Purbaya menilai perekonomian Indonesia saat ini telah melewati fase yang penuh tantangan. Dengan sejumlah perbaikan yang dilakukan pemerintah, ia optimistis pertumbuhan ekonomi nasional dapat meningkat secara lebih optimal pada periode mendatang.

“Kalau dari data yang dilihat sekarang, sepertinya sudah melewati masa ujian itu. Ke depan, tinggal memperbaiki fondasi yang sudah ada supaya dengan perbaikan yang ada, kita bisa tumbuh lebih optimal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Purbaya menyebut momentum saat ini cukup baik bagi Indonesia untuk memperkuat pemulihan ekonomi. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah perkembangan harga minyak dunia yang sangat dipengaruhi situasi geopolitik internasional.

Menurut dia, peluang terciptanya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran dapat menjadi sentimen positif yang mendorong penurunan harga minyak global. Jika hal tersebut terjadi, Indonesia berpotensi memperoleh manfaat berupa stabilitas harga energi dan peningkatan kinerja ekonomi pada semester kedua 2026.

“Momentum pertumbuhan harusnya membaik ke depan. Karena salah satu tekanan yang kita alami adalah ketika harga minyak dunia naik,” kata Purbaya.

Sebelumnya, pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM pada awal Juni 2026. Penyesuaian tersebut terutama berlaku untuk sejumlah jenis BBM nonsubsidi yang mengikuti perkembangan harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah.

Meski demikian, pemerintah tetap mempertahankan harga BBM bersubsidi guna menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan laju inflasi.

Dengan adanya potensi penurunan harga minyak dunia, masyarakat kini menantikan kemungkinan penyesuaian harga Pertamax dan BBM nonsubsidi lainnya pada periode mendatang.

Berikut ini daftarnya:
– Solar Subsidi: Rp6.800/liter
– Pertalite: Rp10.000/liter
– Pertamax (RON 92): Rp 16.250/liter
– Pertamax Green 95 (RON 95): Rp. 17.000/liter
– Pertamax Turbo (RON 98): Rp. 20.750/liter
– Dexlite (CN 51): Rp. 23.000/liter
– Pertamina Dex (CN 53): Rp. 24.800/liter

(edisi/fajar)

Comment