Ciri-ciri Omicron BA.4 dan BA.5, Waspada Jika Muncul Gejala Ini!

Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/niphon Baca artikel detikHealth, "Omicron BA.4 dan BA.5 Bikin COVID RI Naik, Sampai Kapan Corona Bermutasi?" selengkapnya https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-6124946/omicron-ba4-dan-ba5-bikin-covid-ri-naik-sampai-kapan-corona-bermutasi. Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/niphon Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/niphon

EDISIINDONESIA.id – Subvarian baru Omicron yakni BA.4 dan BA.5 sudah menjadi biang kerok kasus harian melonjak. Bahkan dalam sepekan terakhir, angka kasus konfirmasi bertahan di atas 1.000 kasus per hari.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memprediksi lonjakan kasus akan terjadi bulan depan. Perkiraan tersebut, berdasarkan pengalaman dalam menghadapi subvarian sebelumnya.

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengatakan mengacu pada data di negara lain seperti Portugal, pasien dengan infeksi subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang belum divaksinasi COVID-19 dosis lengkap mengalami gejala yang hampir mirip dengan varian Delta.

Salah satunya, kehilangan kemampuan mencium bau atau anosmia. Orang yang terinfeksi akan kehilangan penciuman dan cepat lelah.

Pada kasus yang berat bisa seperti Delta mengalami harus ke rumah sakit.

Kemiripan gejala tersebut terjadi karena subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 mengadopsi kombinasi gejala varian Delta dan varian Omicron.

“BA.4 dan BA.5 ini memiliki karakter yang kombinasi antara kecepatan menginfeksi yang diwarisi dari Omicron. Yakni cepat dan mudah menginfeksi. Baik yang belum atau sudah divaksinasi. Bahkan jauh lebih efektif sekarang,” ujar Dicky pada Selasa (28/6/2022).

Seseorang yang terinfeksi subvarian ini bisa mengalami gejala berupa batuk hingga sakit menelan dalam waktu dua sampai tiga hari.

Tidak seperti Omicron dan Delta yang biasanya membutuhkan waktu sampai lima atau tujuh hari.

Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan menambahkan jika flu jarang disertai dengan nyeri tenggorokan atau tenggorokan gatal.

Sementara dua gejala tersebut banyak ditemukan pada varian Omicron. Menurutnya, gejala yang khas pada omicron adalah hidung tersumbat atau rinore, batuk, nyeri tenggorokan. Terutama tenggorokan gatal.

“Memang sedikit mirip dengan gejala flu. Namun jarang flu biasa itu nyeri tenggorokan dan jarang tenggorokan gatal. Flu biasanya adalah pilek dan kadang-kadang disertai batuk,” jelas Erlina.

Para ahli lainnya melaporkan banyak pasien yang menunjukkan gejala berhubungan dengan perut.

Penelitian telah menunjukkan orang yang terkena COVID-19 terkadang mengalami gejala gastrointestinal.

Mengutip Times of India, beberapa orang yang mengidap virus Corona mengeluhkan sakit perut yang akut saat terinfeksi.

Rasa sakit yang terkait dengan Omicron biasanya terasa di sekitar bagian tengah perut.

Gejala COVID-19 yang lebih ringan selalu disertai dengan gejala lain seperti sakit kepala dan kelelahan.

Dalam beberapa kasus, orang tersebut mungkin juga mengalami masalah sakit tenggorokan dan kehilangan nafsu makan.

Tanda yang tidak boleh diabaikan jika terjadi masalah di perut:

  1. Sakit perut Anda datang tiba-tiba atau sakit perut yang sangat parah
  2. Sakit ketika perut tersentuh
  3. Muntah darah dan muntahan terlihat seperti kopi bubuk
  4. Tinja tampak berdarah atau hitam
  5. Tidak bisa buang air kecil
  6. Tidak bisa buang air besar atau kentut

Jika seseorang positif COVID-19 dan sedang mengalami sakit perut akut, ada dua hal yang disarankan hal untuk menangani situasi tersebut.

Pertama, konsumsi makanan yang sehat. Kemudian cobalah untuk mengurangi makanan pedas dan berminyak.

Kedua, perbanyak minum air putih untuk menghilangkan racun dari saluran pencernaan dan menjaga diri tetap terhidrasi.

Masalah saluran cerna adalah tanda Covid yang tidak boleh dianggap enteng. Jika merasakan masalah terkait perut dan kondisinya makin buruk dalam waktu 48 jam, segera periksa ke dokter. (**)

Sumber: FIN.co.id

Comment