Petani di Konawe Diserang Parang, Leher hingga Punggung Alami Luka Robek

KONAWE, EDISIINDONESIA.id – Seorang petani bernama SB (51) menjadi korban dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis parang di Kelurahan Hopa-hopa, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 07.25 Wita.

Dalam kejadian itu, seorang pria berinisial O (49), warga Kelurahan Hopa-hopa, telah diamankan polisi.

Kapolsek Wawotobi IPTU Suleman mengatakan, kejadian bermula ketika korban hendak membuang sampah di lorong yang berada di samping rumahnya.

Saat korban berada di lokasi, terduga pelaku tiba-tiba datang dan diduga melakukan penganiayaan menggunakan sebilah parang.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami sejumlah luka robek, yakni pada bagian leher sebelah kanan, hidung, serta punggung bagian belakang.

“Awalnya korban hendak membuang sampah di lorong samping rumahnya, kemudian tiba-tiba datang pelaku dan melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam berupa parang,” kata IPTU Suleman, Jumat (28/8/2026).

Sementara itu, seorang saksi bernama Tina S. mengaku mendengar teriakan dari sekitar lokasi kejadian. Saat itu, saksi sedang berada di samping sebuah kios.

Menurut keterangan saksi, setelah mendengar teriakan, terduga pelaku kemudian menghampirinya dan mengeluarkan ancaman.

Saksi yang merasa terancam kemudian mempertanyakan alasan dirinya hendak diserang. Tak lama berselang, saksi melihat korban sudah dalam kondisi terbaring.

Melihat kondisi tersebut, saksi kemudian meminta bantuan kepada warga sekitar.
Polisi yang menerima laporan terkait kejadian tersebut kemudian bergerak mengamankan terduga pelaku.

Saat ini, O telah diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Wawotobi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk motif di balik dugaan penganiayaan.

“Pelaku sudah diamankan unit reskrim Polres Wawotobi guna proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya.(**)

Comment