MUBAR, EDISIINDONESIA.id – Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan Rayon Muna Barat–Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), terus mendorong digitalisasi sistem pelaporan pembelajaran guna meningkatkan kedisiplinan, transparansi, dan akuntabilitas kinerja guru.
Hal tersebut disampaikan Kepala KCD Rayon Muna Barat–Buton Tengah, La Ose, saat melakukan kunjungan ke SMAN 1 Lawa, Rabu (26/08/2026). Kunjungan tersebut dilakukan atas undangan pihak sekolah untuk memberikan pemahaman terkait penggunaan aplikasi pelaporan aktivitas guru.
La Ose menjelaskan, seluruh sekolah di wilayah kerja KCD Muna Barat–Buton Tengah nantinya diarahkan menggunakan aplikasi berbasis Google untuk membuat laporan pembelajaran secara online dan real time.
Menurutnya, sistem tersebut memungkinkan aktivitas pembelajaran guru terdokumentasi secara digital sehingga dapat dipantau melalui laporan yang tersedia.
“Harapannya nanti semua guru memiliki laporan pembelajaran secara online. Artinya bisa diakses oleh siapa saja, masyarakat umum juga bisa mengakses aktivitas guru selama jam belajar mengajar di sekolah,” ujar La Ose.
Ia mengatakan, wilayah kerja KCD Muna Barat–Buton Tengah mencakup sekitar 60 sekolah menengah atas. Nantinya, tautan laporan dari masing-masing sekolah akan diserahkan ke KCD sehingga aktivitas guru di dua wilayah tersebut dapat dipantau.
“Jadi nanti aplikasinya tinggal dibuka, sekolah mana saja yang dituju tinggal diklik. Ini sesuai surat edaran yang disampaikan Gubernur Sulawesi Tenggara melalui Dinas Pendidikan Provinsi bahwa di wilayah cabang dinas harus melaporkan secara real time kegiatan guru yang ada di sekolah,” jelasnya.
La Ose menegaskan, penerapan aplikasi tersebut bukan semata-mata untuk melakukan pengawasan, tetapi juga membangun kedisiplinan dan keterbukaan dalam proses pembelajaran.
Ia menyebut, salah satu titik fokus dalam aplikasi tersebut adalah jurnal harian guru. Dengan sistem digital, keterlambatan atau ketidakteraturan dalam mengisi jurnal pembelajaran akan dapat terlihat dalam sistem.
“Kalau terlambat membuat jurnal, itu terbaca di aplikasi. Apakah ini berdampak pada insentif guru, arahnya sudah di sana. Soal kedisiplinan dan membangun keterbukaan,” katanya.
Menurut La Ose, meskipun jurnal tersebut merupakan catatan pribadi guru, dalam penerapan sistem digital laporan tersebut tetap dapat dipantau sebagai bagian dari evaluasi aktivitas pembelajaran.
SMAN 1 Lawa Masuk Nominasi 16 Besar Sekolah Unggulan Sultra
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Lawa, La Ode Mirad, mengatakan pihak sekolah sengaja mengundang La Ose untuk memberikan pemahaman kepada jajaran guru mengenai penerapan aplikasi tersebut.
Ia menjelaskan, SMAN 1 Lawa saat ini masuk dalam nominasi 16 besar sekolah unggulan se-Sulawesi Tenggara dan berada di urutan ke-11.
“Kebetulan SMAN 1 Lawa masuk sekolah unggulan dan masuk nominasi 16 besar se-Provinsi Sultra. Kami dari pihak sekolah mengundang beliau untuk memberikan pencerahan tentang penggunaan aplikasi ini kepada kami dan guru-guru,” kata La Ode Mirad.
Menurutnya, sebagai salah satu sekolah yang masuk nominasi sekolah unggulan, pihaknya harus mampu mengikuti perkembangan sistem administrasi pendidikan berbasis digital.
“Apabila kami sebagai nominasi sekolah unggulan tidak bisa menggunakan aplikasi itu, sama saja bohong. Kalau terus mengirim laporan secara manual, itu bukan zamannya lagi,” tegasnya.
La Ose Targetkan SMAN 1 Lawa Tembus Empat Besar Sultra
Dalam kesempatan tersebut, La Ose juga memberikan apresiasi terhadap berbagai prestasi yang telah ditorehkan SMAN 1 Lawa.
Ia berharap prestasi tersebut terus ditingkatkan, bahkan menargetkan SMAN 1 Lawa mampu masuk empat besar sekolah terbaik se-Sulawesi Tenggara.
“Saya apresiasi prestasi-prestasi yang ditorehkan SMAN 1 Lawa dan saya harap ditingkatkan terus. Malahan target yang saya inginkan minimal empat besar se-Sultra,” ungkapnya.
La Ose mengatakan, prestasi SMAN 1 Lawa diharapkan dapat menjadi salah satu ikon pendidikan di Kabupaten Muna Barat.
“Saya mengharapkan ada ikon, supaya ada manfaatnya juga saya sebagai KCD. Mubar ini harus punya ikon pendidikan yang bisa dibanggakan,” pungkasnya. (**)
Comment