MUNA, EDISIINDONESIA.id – Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 6 Duruka Kabupaten Muna diduga telah disalahgunakan.
Dugaan tersebut disampaikan oleh sejumlah guru SDN 6 Duruka yang mendapati banyaknya kegiatan yang didanai dari dana BOSP tidak sesuai dengan fakta di lapangan, dalam hal ini banyak kegiatan diduga fiktif.
Salah seorang guru mengungkapkan, dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), total dana BOSP SDN 6 Duruka yang diterima masing-masing sebesar Rp.170.720.000, Rp.161.990.000, dan Rp.173.630.000.
Dana tersebut dialokasikan untuk mendanai sejumlah kegiatan operasional rutin dan peningkatan mutu layanan pendidikan. Namun, banyak kegiatan yang didanai dari dana BOSP tidak pernah dilaksanakan sama sekali.
“Jadi banyak kegiatan yang tidak ada itu tetap dimasukkan dalam alokasi dana BOSP, terutama kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang tidak pernah dilaksanakan,” ungkap seorang guru SDN 6 Duruka yang tidak menyebut nama kepada media ini.
Lebuh rinci disebutnya, SDN 6 Duruka tidak pernah melaksanakan kegiatan ekstrakulikuler pramuka sama sekali, namun kegiatan ini tetap dianggarkan setiap tahun.
Selain itu, sekolah juga tidak pernah melaksanakan kegiatan pemeliharaan seperti yang tercantum dalam RKAS tiga tahun terakhir. Parahnya, kegiatan pengadaan barang jasa yang dianggarkan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Pengadaan barang dan jasa tidak sesuai dengan yang diadakan. Seperti Pengadaan buku perpustakaan, sementara tidak ada ada gedung perpustakaannya. Intinya di RAB itu fiktif dan tidak sesuai,” ungkapnya.
Terkait itu, sejumlah guru pun menuntut agar Kepala Sekolah memberi penjelasan dengan memperlihatkan laporan penggunaan dana BOSP atau laporan pertanggung jawaban kegiatan.
Guru-guru pun mengecam, jika Kepala Sekolah tidak mampu menjelaskan serta mempertanggung jawabkan penggunaan dana BOSP, mereka akan melayangkan laporan resmi ke pihak penegak hukum atas dugaan korupsi dana BOSP.
Terkait itu, redaksi media ini mencoba melakukan konfirmasi kepada Kepala SDN 6 Duruka, namun hingga berita ini diterbitkan yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. (**)
Comment