EDISIINDONESIA.id – Nama Fatimah Azzahra, Wakil Ketua BEM UI 2026, mendadak menjadi perbincangan hangat dan viral di media sosial sejak Kamis (18/6/2026). Sorotan itu muncul setelah penampilannya yang lugas, berani, dan disertai data yang runtut saat mengemukakan pendapatnya, baik dalam membahas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun persoalan agraria, yang dinilai mampu mewakili keresahan banyak orang.
Video adu argumennya segera masuk ke halaman utama rekomendasi media sosial, dan kolom komentar pun dibanjiri pujian. Banyak warganet menyebutnya sebagai “suara mahasiswa yang tidak takut bicara lantang”.
Momen pertama yang membuat namanya melambung terjadi saat Fatimah menanggapi penjelasan Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong. Dalam kesempatan itu, Bahtra membela MBG sebagai program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyatakan program ini tidak hanya bertujuan mencegah stunting, tetapi juga memiliki dampak ekonomi luas karena melibatkan petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM sebagai pemasok kebutuhan makanan di ribuan titik layanan. Ia juga menekankan manfaatnya bagi anak-anak di daerah terpencil yang sering berangkat sekolah dalam keadaan lapar, sehingga diharapkan bisa lebih fokus belajar.
Namun, Fatimah memiliki pandangan yang lebih mendasar. Ia menegaskan bahwa ada hal yang jauh lebih mendesak daripada sekadar mengisi perut.
“Sudah disebutkan, ada hal yang lebih genting daripada mengatasi rasa lapar, yaitu bagaimana kondisi anak-anak di daerah yang akses untuk menuju sekolah saja masih terhambat,” tegasnya.
Ia kemudian memaparkan kenyataan di lapangan: jalan rusak, sungai yang harus diseberangi tanpa jembatan layak, hingga fasilitas sekolah yang sangat minim. Baginya, anak-anak harus berjuang keras terlebih dahulu hanya untuk sampai ke kelas, baru kemudian memikirkan soal makanan.
“Sebelum memberikan program tambahan seperti MBG ini, sebaiknya penuhi terlebih dahulu kebutuhan dasar dan standar minimal yang menjadi kewajiban negara,” ujarnya — kalimat yang menjadi salah satu alasan utama videonya menyebar luas.
Selain membahas program pemerintah, nama Fatimah semakin melejit lewat video lain yang diunggah akun Facebook Duri Abd Kadir. Dalam kesempatan itu, ia menyoroti persoalan konflik agraria dan penggusuran warga. Dengan nada yang penuh keprihatinan, ia menyentil keterlibatan aparat keamanan dalam proses pembebasan lahan.
“Hal seperti ini yang sering membuat rakyat merasa tersakiti,” ucapnya.
Kalimatnya yang paling menyita perhatian sekaligus memicu perdebatan adalah: “Bapak mengusir rakyat dengan bantuan TNI dan Polri.” Pernyataan ini dinilai sebagian pihak sebagai bentuk keberanian yang langka, sementara sebagian lain menganggapnya kontroversial.
Hingga Jumat siang (19/6/2026), video tersebut telah ditonton ribuan kali, dengan catatan lebih dari 10.900 tanda suka, 1.500 komentar, dan 8.900 kali dibagikan ke pengguna lain.
Kolom komentar pun menjadi ruang diskusi baru, namun mayoritas warganet memberikan dukungan dan pujian.
“Luar biasa keberaniannya. Aparat digaji dari uang pajak rakyat, seharusnya melindungi bukan menakut-nakuti warga kecil saat digusur,” tulis seorang pengguna. Ada juga yang menambahkan,
“Inilah sosok yang bisa menjadi wakil rakyat sesungguhnya — berani bicara apa adanya tanpa rasa takut.”
Viralnya nama Fatimah Azzahra menjadi bukti bahwa satu panggung penyampaian pendapat mampu mengangkat suara mahasiswa menjadi penyalur keresahan publik yang didengar secara luas.(edisi/fajar)
Comment