Konawe Menuju Kabupaten Layak Anak: DP3A Ajak Instansi Bersatu Wujudkan Mimpi 2026

KONAWE, EDISIINDONESIA.id– Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Konawe terus berupaya keras mewujudkan Konawe sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA). Targetnya, predikat ini bisa diraih pada tahun 2026 mendatang.

Kepala DP3A Konawe menegaskan, untuk mencapai tujuan ini, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan sinergi dari seluruh stakeholder lintas instansi sangat dibutuhkan.

“Kami menargetkan Konawe menjadi Kabupaten Layak Anak. Ini bukan pekerjaan satu orang atau satu dinas saja. Semua pihak harus terlibat aktif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ada lima klaster penilaian KLA. Klaster kelima menjadi tanggung jawab DP3A, sementara empat klaster lainnya melibatkan berbagai instansi seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Pengadilan Agama, PUPR, dan Dinas Perhubungan.

“Data dari dinas-dinas ini sangat penting. Untuk menjadi KLA, semua pembangunan dan pelayanan publik harus ramah anak,” jelasnya.

DP3A Konawe telah memulai pendampingan di tingkat desa dan kecamatan sejak 2024. Pada tahun 2025, Puskesmas Morosi sempat mewakili Sulawesi Tenggara dalam penilaian Puskesmas Ramah Anak, namun belum berhasil lolos karena kekurangan tenaga medis bersertifikat.

“Kami sempat terkendala karena belum memiliki tenaga medis bersertifikat. Tapi kami tetap optimis, minimal kategori Pratama bisa kita raih di 2026,” ungkapnya.

Pada penilaian tahun 2024, Konawe hanya kekurangan 17 poin untuk mencapai kategori Pratama karena ada data dari dinas lain yang belum lengkap.

“Penghargaan KLA ini penting karena kita bisa mendapat reward berupa Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat,” tambahnya.

Pihaknya berharap seluruh instansi di Pemkab Konawe dapat bersinergi mewujudkan Konawe sebagai daerah yang aman, ramah, dan berpihak pada kepentingan anak.(**)

Comment