EDISIINDONESIA.id – Nilai tukar rupiah hari ini, Selasa (29/9/2026) dibuka dengan pelemahan hingga ke angka psikologis Rp18 ribu per dolar Amerika Serikat (USD).
Ekonom Universitas Indonesia Berly Martawardaya menyebut pelemahan tersebut jika diibaratkan tubuh, ada indikasi badan yang kurang sehat.
“Kurs dolar kembali tembus 18 ribu. Ibarat suhu badan yang naik adalah indikasi badan yang kurang sehat,” kata Berl dikutip dari unggahannya di X, Selasa (29/9/2026).
Dia mengatakan penyebab pelemahan tersebut dipengaruhi sejumlah hal. Di antaranya impor yang meningkat.
“Melemahnya kurs rupiah beberapa hari ini indikasi dari setidaknya salah satu tapi juga bisa komplikasi dari impor meningkat: harga migas naik seiring naik tensi Amerika Serikat dan Iran tersangka utama,” ungkapnya.
Penyebab lain, ekspor turun yang turun. Jika merujuk data trade Sepember, baru akan keluar pada 1 November mendatang.
Selain itu ada indikasi capital outflow yang meningkat.
“IHSG turun. T bill rate naik. Flight to safety supata tidak di BYAN-kan?” imbuhnya.
Di sisi lain, ada juga indikasi aliran modal atau dana asing yang menurun. Ekspektasinya di bawah pertumbuhan kuartal 3.
“Sepertinya ekonomi akan dinamis minggu ini,” terang Berly.
Sebelumnya, pelemahan rupiah memang terus terjadi belakangan ini.
Pada Senin, 28 September 2026, perdagangan ditutup melemah ke Rp17.978 per USD. (edisi/fajar)
Comment