Cetak Sawah Rakyat di Konawe Dimulai, Pangdam: TNI Hadir Mendampingi Petani Wujudkan Swasembada Pangan

KONAWE, EDISIINDONESIA.id- Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling., melakukan tanam perdana padi dalam program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Desa Meraka, Kecamatan Lambuya, Kabupaten Konawe, Senin (14/9/2026).

Langkah ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap swasembada dan ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi lahan pertanian di Sultra.

Program CSR di Sultra mencakup total lahan sekitar 1.998 hektar yang tersebar di lima kabupaten pada sekitar 1.000 titik lokasi. Lokasi tanam perdana kali ini mencakup 111 hektar, sedangkan titik lainnya berukuran 1–2 hektar.

Hadir dalam kegiatan ini Wakil Ketua Komite 2 DPD RI Laode Umar Bonte, unsur Forkopimda Sultra, Bupati Konawe beserta Ketua Tim Penggerak PKK, pimpinan Forkopimda Konawe, pejabat TNI–Polri, perwakilan Kementerian Pertanian, instansi terkait, tokoh masyarakat, serta kelompok tani setempat.

Wakil Gubernur Sultra, Dr. Hugua, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Pangdam dan seluruh unsur yang hadir — mencerminkan persatuan dalam bingkai NKRI. Ia juga menegaskan tiga pilar ketahanan prioritas Presiden: ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan air.

Sementara itu, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor demi kesejahteraan masyarakat.

“Bukan hal yang aneh jika tentara terjun ke sawah, ke kebun, hingga ke sungai. Itu wujud kehadiran dan keberpihakan TNI di masa damai untuk mendampingi petani,” ujar Pangdam.

Ia juga menyampaikan kabar gembira bagi petani: harga gabah saat ini rata-rata telah berada di atas Rp6.500 per kilogram, tidak lagi di angka Rp6.000.

Penanaman perdana dilakukan secara simbolis oleh Pangdam, Wagub Sultra, Bupati Konawe, Kapolda Sultra, dan jajaran Forkopimda. Padi yang ditanam adalah varietas Inpari 49 dengan metode sebar benih langsung agar tidak menumpuk. Tak hanya itu, prajurit TNI juga memperagakan penanaman menggunakan teknologi drone mampu menyelesaikan 1 hektar dalam sekitar 10 menit dan 0,5 hektar dalam 5 menit dengan sebaran merata.

Pangdam mengakui kendala musim kemarau membuat pengerjaan lebih sulit karena alat berat harus bekerja manual di lahan kering. Namun, komitmen bersama tetap diperkuat agar pembukaan lahan sawah baru dapat dipercepat. Pemilihan Konawe sebagai lokasi didasarkan pada data Sistem SID tahun 2025 yang dilanjutkan kembali pada tahun 2026.(**)

Comment