KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Perhimpunan Dokter Forensik Medikolegal Indonesia (PDFMI) Cabang Timur Jaya menggelar Muktamar dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) PDFMI tahun 2025, Jum’at (1/8/2025).
Kegiatan yang dihadiri Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), dalam hal ini diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sultra Asrun Lio ini, mengangkat tema “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Analisis Forensik dan Medikolegal”.

Sekda Sultra berharap Muktamar ini bisa menghasilkan ide-ide serta langkah yang strategis dalam pengembangan keilmuan dari para dokter forensik.
Sehingga, nantinya bisa bermanfaat bagi kepentingan pembangunan, khususnya untuk memberikan rasa adil kepada masyarakat, terhadap berbagai kasus atau permasalahan.
“Dimana dokter forensik ini dibutuhkan keilmuannya di dalam memberikan bukti-bukti pada setiap kasus kriminal,” Ujarnya.
Tempat sama, Ketua Pengurus Pusat PDFMI periode 2022-2025, Prof. Dr., dr., Dedi Afandi berharap para dokter forensik bisa benar-benar memiliki kemampuan atau kompetensi yang baik dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
“Mengingat banyaknya tuntutan dan ekspektasi masyarakat yang tinggi dan ini tentu saja butuh arahan dari organisasi yang cukup kuat,” Ujarnya.
Kata dia, saat ini di Sultra hanya ada 3 orang Dokter Forensik yang harus memberikan pelayanan untuk 17 kabupaten kota se-Sultra.
“Mudah-mudahan kedepannya bisa ditingkatkan dan tentu saja peralatannya juga tentu dibutuhkan lebih baik,” Pungkasnya.
Sementara itu, Ketua PDFMI Cabang Timur Jaya Dr. dr. Raja Al Fath Widya Iswara menyampaikan selain Muktamar juga digelar Pertemuan ilmiah untuk membahas terkait pemanfaatan AI dalam pelayanan Kedokteran Forensik dan Medikolegal.
“Kalau mungkin selama ini kita masih dengan cara konvensional, harapan berkembangnya industri menjadi 5.0 sekarang, otomatis penggunaan teknologi itu sangat penting sekali,” Katanya.
Sehingga, dengan adanya teknologi AI, pihaknya ingin semakin presisi saat pemeriksaan atau apapun yang bisa membantu dalam penegakan hukum terkait berbagai kasus yang kerap terjadi ditengah masyarakat.
“Jadi coba mencari potensi yang bisa memang AI digunakan, sehingga bisa membantu lebih cepat, akurat dalam menghasilkan keputusan-keputusan forensik,” Pungkasnya. (**)
Comment