EDISIINDONESIA.id – Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar menilai momentum World Press Freedom Day 2026 menjadi pengingat bagi media untuk menjaga profesionalisme dan tanggung jawab sosial di tengah disrupsi informasi digital.
“Bagi saya kebebasan pers adalah hak asasi. Masalahnya sekarang, di tengah era informasi yang begitu terdisrupsi, pers perlu membentuk dirinya menjadi lebih profesional,” kata Benny usai mengikuti kegiatan Fun Walk Hari Kebebasan Pers Sedunia di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu.
Ia mengatakan media arus utama masih memiliki keunggulan daya saing karena lebih dikenal publik dan mampu menjadi cerminan kondisi masyarakat.
Menurut dia, tantangan media saat ini bukan hanya menjaga kecepatan informasi, tetapi juga menjalankan tanggung jawab sosial untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Media mainstream, online media, maupun media baru memiliki kesamaan, yaitu memberikan upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.
Benny menegaskan ANTARA memiliki peran untuk menghadirkan informasi yang membantu masyarakat mengambil keputusan secara tepat, baik untuk diri sendiri maupun komunitasnya.
“Masyarakat tidak ingin informasinya diseragamkan. Mereka ingin mendapatkan informasi yang bisa membuat keputusan bagi dirinya, komunitasnya, dan bangsanya,” katanya.
Ia menambahkan kebebasan pers perlu berjalan seiring dengan semangat tanggung jawab sosial agar media tetap memberi manfaat bagi publik.
“Kantor berita dan media lainnya tetap menjadi bagian untuk menyampaikan kebebasan, tetapi dengan semangat memiliki tanggung jawab sosial,” kata Benny.
Sementara itu, Dewan Pers sendiri menggelar fun walk bertajuk “Pers Indonesia: Beradaptasi & Berintegritas” pada Minggu, 10 Mei 2026 sebagai bagian dari peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia.
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat mengatakan kegiatan fun walk bersama insan pers menjadi momentum untuk memperkuat komitmen menjaga prinsip-prinsip jurnalistik.
“Fun walk kawan-kawan pers bersama Dewan Pers ini bagi kami memberikan satu suasana kebatinan, kehangatan, keakraban, dan juga sebuah komitmen bahwa pers semakin eksis mempertahankan prinsip pers, objektivitas, profesionalitas, dan juga etika,” kata Komaruddin.
Kegiatan yang dimulai pukul 06.00 WIB itu mengambil rute Gedung Dewan Pers-Bundaran HI-Gedung Dewan Pers dengan jarak tempuh sekitar 4 kilometer. (edisi/antara)
Comment