Profil Haerul Saleh, Putra Terbaik Sultra yang Meninggal Dunia dalam Insiden Kebakaran

EDISIINDONESIA.id – Haerul Saleh meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi di kediamannya di Jalan TB Simatupang nomor 3, RT 03/RW 02, Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026).

Ketua Komisi III DPR Habiburokhman, membenarkan bahwa Haerul Saleh menjadi korban meninggal dalam kejadian tersebut. Politikus Partai Gerindra itu mengaku sangat berduka atas wafatnya sahabat sekaligus rekan satu partainya.

“Saya sangat berduka, beliau salah satu sahabat saya,” kata Habiburokhman.

Sebelum dipercaya menjadi anggota BPK RI, Haerul Saleh diketahui pernah duduk sebagai anggota Komisi XI DPR RI dari Partai Gerindra.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menjadi salah satu pelayat pertama yang datang ke RSUD Pasar Minggu untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Haerul Saleh.

Mentan Amran bahkan turut mengantar jenazah menuju ambulans sebelum diberangkatkan dari rumah sakit. Kepergian Haerul Saleh disebut menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar Kementerian Pertanian dan sejumlah pihak lainnya.

Saat kejadian berlangsung, almarhum disebut sedang mengawasi proses renovasi rumahnya. Namun, api tiba-tiba membesar dan disertai kepulan asap hitam pekat. Mentan Amran juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Haerul Saleh yang dikenalnya sebagai pribadi sederhana dan memiliki dedikasi tinggi terhadap bangsa dan negara.

“Kami keluarga besar Kementerian Pertanian turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Haerul Saleh. Beliau adalah pribadi yang baik, tenang, sederhana, dan memiliki komitmen besar dalam menjaga integritas serta tata kelola pemerintahan yang baik,” ujar Mentan Amran dalam keterangan resminya, Jumat (8/5/2026).

Siapa Haerul Saleh?

Haerul Saleh lahir di Kolaka, Sulawesi Tenggara, pada 12 Agustus 1981. Ia dikenal sebagai politikus Partai Gerindra yang kemudian dipercaya menjabat sebagai anggota BPK RI sejak 19 April 2022.

Sebelum bergabung dengan lembaga auditor negara tersebut, Haerul Saleh lebih dulu meniti karier politik di DPR RI. Ia pernah bertugas di Komisi XI DPR yang membidangi sektor keuangan dan perbankan.

Haerul tercatat menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019. Setelah itu, ia kembali masuk parlemen melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) pada 2020 hingga 2022 untuk menggantikan Imran yang meninggal dunia. Selama berada di DPR RI, Haerul Saleh mewakili daerah pemilihan Sulawesi Tenggara.

Selain aktif di parlemen, Haerul Saleh juga memiliki peran penting di internal Partai Gerindra. Ia pernah menjabat sebagai ketua bidang keuangan DPP Partai Gerindra periode 2015-2020. Setelah itu, ia dipercaya menjadi ketua bidang monitoring dan evaluasi DPP Partai Gerindra sejak 2020.

Tidak hanya aktif di dunia politik, Haerul Saleh juga terlibat di sejumlah organisasi kepemudaan dan pengusaha. Namanya tercatat pernah aktif di KNPI Kabupaten Kolaka dan HIPMI Sulawesi Tenggara. Selain itu, ia juga pernah mengemban amanah sebagai sekretaris jenderal DPP Pemuda Tani Indonesia.

Keterlibatan Haerul Saleh di berbagai organisasi menunjukkan pengalamannya yang luas dalam bidang politik, kepemudaan, hingga pengembangan usaha.

Dari sisi pendidikan, Haerul Saleh mengawali sekolah di SD Negeri 9 Kolaka. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Pesantren IMMIM Ujung Pandang dan SMA Hasrati Kendari. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan strata 1 (S-1) jurusan hukum di Universitas Satria pada 2008.

Sebelum aktif sebagai anggota parlemen, Haerul Saleh juga memiliki pengalaman di dunia usaha. Ia pernah menjabat sebagai direktur utama PT Kolaka Inti Karya, direktur utama Masalle Group, serta komisaris utama PT Kolaka Inti Perkasa.

Pengalaman di sektor bisnis tersebut turut melengkapi perjalanan karier Haerul Saleh sebelum akhirnya aktif di lembaga legislatif dan BPK RI.

Wafatnya Haerul Saleh akibat musibah kebakaran menjadi kehilangan besar bagi banyak kalangan. Sejumlah tokoh menyampaikan duka mendalam dan mengenang almarhum sebagai pribadi sederhana, tenang, serta berdedikasi dalam menjalankan tugas negara. (edisi/bs)

Comment